top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bintang Telenovela Venezuela di Layar Kaca Indonesia

Artis Venezuela pernah begitu terkenal di Indonesia ketika tayangan telenovela Amerika Latin melanda tanah air.

15 Jan 2026

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

ARTIS Venezuela pernah memesona penonton Indonesia. Salah satunya bintang telenovela Gabriela Spanic. Ia sampai berkunjung ke Indonesia untuk menemui penggermarnya pada 2000. Gaby disambut bak ratu. Kemanapun ia pergi selalu dirubungi para penggemarnya. 


“Saya senang berada di Indonesia. Hingga penerbangan selama 14 jam dari Venezuela ke Jakarta, lelahnya hilang semua,” tutur Gaby dalam bahasa Spanyol, seperti dikutip Bali Post, 2 April 2000. 


Gabriela “Gaby” Spanic lahir di Ortiz, negara bagian Guarico, Venezuela, 10 Desember 1973. Gaby mempunyai saudari kembar, Daniela yang berprofesi sebagai model. Gabriela Spanic mengawali kariernya sebagai artis telenovela setelah memenangi kontes kecantikan Miss Guarico pada 1992. Namanya melejit di Indonesia setelah sukses membintangi telenovela La Usurpadora pada 1998. 


La Usurpadora (Wanita Perampas Kekuasaan) diproduksi oleh Televisa, rumah produksi telenovela asal Meksiko, sebanyak 102 episode. Ketika tayang di Indonesia pada 1999, serial telenovela ini lebih dikenal dengan Cinta Paulina yang tayang di stasiun televisi TPI setiap hari Senin sampai Jumat pukul 18.00-19.00. Dalam Cinta Paulina, Gaby berpasangan dengan aktor asal Meksiko, Fernando Colunga, yang dijuluki raja telenovela. 


Cinta Paulina berkisah tentang Paola Bracho dan Paulina Martinez, sepasang saudari kembar yang tak saling kenal. Paulina hidup miskin bersama ibunya di kota tepi pantai Cancun, Meksiko. Sementara itu, Paola diadopsi keluarga kaya yang kemudian dinikahi sebagai istri kedua oleh pengusaha tajir, Carlos Daniel Bracho, yang diperankan Fernando Colunga. 


Gabriela Spanic dalam serial telenovela La Usurpadora. (IMDb).
Gabriela Spanic dalam serial telenovela La Usurpadora. (IMDb).

Konflik bermula ketika Paola tidak sengaja berpapasan di hotel mewah langganannya dengan Paulina yang bekerja sebagai pelayan hotel. Kesempatan itu dimanfaatkan Paola untuk memaksa dan menjebak Paulina untuk mengisi perannya di rumah keluarga Bracho. Paulina menyamar sebagai Paola di tengah keluarga Bracho, sedangkan Paola bersenang-senang dengan lelaki lain. 


Namun, Paulina dengan karakternya yang tulus justru diterima oleh keluarga Bracho, termasuk Abuela Piedad (Libertad Amarque), nenek Carlos Daniel Bracho, serta Carlitos (Sergio Miguel) dan Lisette (Maria Solares), anak-anak Carlos Daniel Bracho dari pernikahan pertamanya dengan Elizabeth. Berbeda dengan Paola yang dibenci karena sifatnya yang arogan dan suka foya-foya, terutama oleh iparnya seperti Estafania (Chantal Andere), adik angkat Carlos Daniel Bracho. Jalan cerita kian pelik setelah Paola kembali dari plesirannya dan meminta Paulina untuk hengkang. Di sisi lain, Paulina telah berhasil merebut hati keluarga Bracho yang menginginkannya tetap tinggal. 


Atas kepiawaiannya memainkan dua peran antagonis dan protagonis sekaligus di Cinta Paulina, masyarakat Indonesia terutama kaum ibu begitu menggandrungi sosok Gabriela Spanic. Selain itu, Gaby berparas jelita bak bidadari, dengan mata bulat dan senyum menawan khas wanita Venezuela. Begitu populernya telenovela yang dibintangi Gaby ini sampai melahirkan fenomena “demam Cinta Paulina”, ketika orang tak ingin melewatkan jam tayangnya dan sudah bersiap di depan televisi pukul enam sore. 


“Gabriela Spanic atau Gaby yang dalam Cinta Paulina berperan sebagai si jahat Paola sekaligus si baik Paulina, menjadi populer berkat La Ususpadora yang telah ditayangkan di lebih dari 12 negara. La Usurpadora yang ditayangkan di AS awal tahun 1999, menurut KMEX-TV termasuk disukai pemirsa dan berada di atas telenovela populer lainnya, Acapulco Cuerpo y Alma,” lansir Kompas, 11 November 1999. 


Miguel de Leon. (Pinterest).
Miguel de Leon. (Pinterest).

Berkunjung ke Indonesia 

Pada 2000, Gabriela Spanic diundang ke Indonesia dalam rangka jumpa penggemar. Gaby menyinggahi sejumlah tempat wisata seperti Candi Borobudur, Candi Prambaranan, Keraton Yogyakarta, dan Malioboro. Setelah penayangan perdananya, Cinta Paulina ditayangkan bergiliran oleh stasiun televisi swasta Indonesia lainnya. Di stasiun televisi lokal seperti JTV Surabaya, telenovela ini bahkan ditayangkan dalam sulih suara bahasa Jawa. 


Tak hanya di Indonesia, popularitas La Usurpadora menyebar ke berbagai negara. Telenovela ini sukses dan dijual ke 57 negara. Menurut Bali Post, Gaby dan pasangan mainnya, Fernando Colunga diberi gelar superstar oleh Univision Communications Inc., jaringan televisi berbahasa Spanyol terbesar di Amerika. Dari polling yang mereka lakukan, Cinta Paulina terpilih sebagai telenovela terfavorit dan Gaby sebagai bintang utamanya menyabet gelar bintang yang paling digemari.


Corraima Torres dalam serial Kassandra. (IMDb).
Corraima Torres dalam serial Kassandra. (IMDb).

Selain Gabriela Spanic, Miguel de Leon, yang tak lain suami Gaby sendiri, merupakan aktor asal Venezuela yang cukup dikenal di Indonesia. Aktor kelahiran Caracas ini paling diingat atas karakternya dalam serial telenovela Carita de Angel yang tayang di RCTI pada 2000. Dalam Carita de Angel, Miguel berperan sebagai Luciano, ayah dari pemeran utama Dulcemaria (Daniela Aedo). Pernikahan Miguel dengan Gaby berakhir setelah mereka bercerai pada 2003. 


Sebelum Gabriela Spanic, beberapa artis Venezuela lainnya juga berhasil merebut perhatian penonton Indonesia, seperti Coraima Torres dan Astrid Carolina Herrera. Coraima Alejandra Torres lahir di Valencia, Venezuela pada 1973. Ia dikenal atas peran utamanya dalam serial Kassandra (1992) dan kemudian Suenosy Espejos (Cermin Impian, 1995). 


“Banyak permintaan dari pemirsa penggemar telenovela yang menanyakan kapan lagi SCTV menampilkan Kasandra (Corraima Torres) dalam telenovela yang lain. Namun, permintaan itu baru dapat kami penuhi sekarang,” ungkap Uki Hastama, humas stasiun televisi SCTV dikutip Berita Yudha, 27 Desember 1996. 


Astrid Carolina Herera sebagai Miss World 1984. (Pinterest).
Astrid Carolina Herera sebagai Miss World 1984. (Pinterest).

Sementara itu, Astrid Carolina Herera termasuk artis Venezuela yang lebih dulu malang melintang dalam dunia telenovela. Astrid yang lahir di Caracas, Venezuela pada 23 Juni 1963 memenangkan kontes kecantikan dunia Miss World pada 1984. Setelahnya, ia membintangi sejumlah serial telenovela. Salah satunya yang paling terkenal di Indonesia ialah Morena Clara (Si Cantik Clara) pada 1995, yang tayang di SCTV pukul 11.00-12.00 WIB setiap Senin-Jumat. Astrid berperan sebagai Clara, pemeran utama, yang berkisah tentang perjuangan mencari jati diri sebagai anak yang terbuang. Tayang sebanyak 137 episode, serial ini termasuk telenovelanya yang paling sukses di dunia. 


Astrid juga pernah berkunjung ke Indonesia pada 1995. Seperti dilansir Berita Yudha, 27 Juni 1995, kedatangan Astrid ke Indonesia dalam acara temu penggemar di Plenary Hall Jakarta Hilton Convention Center. Astrid mengunjungi sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. 


Namun, dari semuanya, Gabriela Spanic barangkali artis telenovela Venezuela yang paling dikenal dan berkesan bagi masyarakat Indonesia. Sampai saat ini, Gaby masih eksis di dunia hiburan Amerika Latin. Meski terlihat menua karena faktor usia, sisa-sisa kecantikannya masih terpancar.* 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Bintang Telenovela Venezuela di Layar Kaca Indonesia

Bintang Telenovela Venezuela di Layar Kaca Indonesia

Artis Venezuela pernah begitu terkenal di Indonesia ketika tayangan telenovela Amerika Latin melanda tanah air.
Berhulu di Parakan, Bermuara di Kudus

Berhulu di Parakan, Bermuara di Kudus

Lembaran arsip menyingkap sepakterjang keluarga Siek di Parakan, yang menguasai pasokan dan perdagangan tembakau di Jawa.
Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

Suporter Kongo viral menirukan sosok Patrice Lumumba. Sukarno mengabadikan pahlawan kemerdekaan Kongo itu jadi nama jalan sebagai bentuk solidaritas pasca pembunuhannya.
Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Teuku Abdul Hamid Azwar berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Mengagumi Sukarno membuatnya dikeluarkan dari sekolah Belanda. Ia kemudian mengulik strategi militer Jepang.
Tukang Jahit Jadi Raja

Tukang Jahit Jadi Raja

Larantuka yang kehilangan raja membuat seorang tukang jahit jadi raja.
bottom of page