top of page

Bung Karno di Meksiko

Dalam lawatannya ke negara-negara Amerika Latin, Meksiko menjadi negara terakhir yang dikunjungi Presiden Sukarno. Sebagai penghormatan, pemerintah Meksiko meresmikan sekolah Indonesia di Meksiko.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno bersalaman dengan para istri diplomat KBRI di Buenos Aires di Bandara Ezeiza sebelum bertolak menuju Meksiko, 26 Mei 1959. (kemlu.go.id).

31 Okt 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Mei

DI BANDARA Ezeiza, Buenos Aires, Presiden Arturo Frondizi melepas keberangkatan Presiden Sukarno. Dari Argentina, Bung Karno meneruskan perjalanan ke Meksiko pada 26 Mei 1959. Setibanya di Mexico City, ibu kota Meksiko, Presiden Adolfo Lopez Mateos menyambut rombongan Bung Karno di lapangan terbang. Dia gembira atas kunjungan perdana Bung Karno ke Meksiko.


“Presiden Sukarno dalam sambutannya menyatakan, bahwa kedatangannya di Meksiko membawa salam dari rakyat Indonesia kepada rakyat Meksiko guna mempererat persahabatan kedua bangsa. Selesai upacara penyambutan di lapangan terbang Mexico City, kedua kepala negara kemudian menuju ke Hotel Belgrado,” demikian dilansir Harian Umum, 29 Mei 1959.


Meksiko menjadi negara terakhir yang dikunjungi Bung Karno dalam lawatannya ke negara-negara Amerika Latin. Presiden Lopez Mateos bersama pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri Manuel Tello dan Menteri Dalam Negeri Diaz Ordaz turut langsung menjemput Bung Karno. Bung Karno dan Lopez Mateos berjabat tangan erat saat keduanya bertemu. Pembicaraan mereka tampak cair layaknya sepasang teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Di sepanjang jalan dari bandara menuju hotel, Bung Karno dan Presiden Lopez disambut anggota-anggota tantara dan rakyat Meksiko. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” begitu digemari warga Meksiko yang kental dengan kultur seninya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
transparant.png
bottom of page