top of page

Bung Karno Meninjau Ibukota Brasilia

Sebelum Indonesia, negara Brazil telah lebih dulu melakukan perpindahan ibu kota. Presiden Sukarno turut meninjau proses pembangunannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 18 Jun 2024
  • 3 menit membaca

Perpindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan berlangsung pada tahun ini. Upacara hari kemerdekaan 17 Agustus 2024 mendatang bakal menjadi debut perdana IKN sebagai ibukota Indonesia yang baru. Sampai saat ini, pemerintah terus menggeber pembangunan IKN lengkap dengan sarana dan infrastrukturnya.  


Dari Jakarta ke IKN membentang jarak 1700 km atau 44 jam perjalanan darat. Perjalanan darat lebih lama karena kedua kota berada di pulau berbeda. Jakarta di Pulau Jawa sedangkan IKN di Pulau Kalimantan. Bentangan jarak ini menjadikan perpindahan ibukota ke IKN sebagai perpindahan ibukota yang terjauh di dunia.


Selain Indonesia, Brazil adalah negara yang melakukan pemindahahan ibukota. Sebelum bertempat di Brasilia, ibukota Brazil terletak di Rio de Janeiro, di pesisir tenggara Brazil. Meski masih satu daratan, jarak antara Brasilia dan Rio de Janeiro juga cukup jauh, yakni 1166 km atau 15 jam 14 menit perjalanan darat.



Kota Rio de Janeiro telah menjadi ibukota Brazil sejak zaman penjajahan Portugis. Pada masa kepresidenan Juscelino Kubitschek de Oliveira, sebuah ibukota baru dipersiapkan untuk menggantikan Rio de Janeiro. Ibukota baru ini dinamakan Brasilia dan letaknya lebih ke pedalaman. Proses pembangunan Brasilia berlangsung sejak 1956.


Ketika Presiden Sukarno berkunjung ke Brazil pada Mei 1959, Kota Brasilia masih dalam tahap pembangunan. Selama di Brazil, Bung Karno lebih banyak berkegiatan di Rio de Janeiro. Di sela-sela kunjungannya, Presiden Kubitschek turut mengajak Bung Karno meninjau pembangunan kota Brasilia.


Bung Karno, menurut Harian Umum, 21 Mei 1959, berkunjung ke Brasilia pada hari Selasa, 19 Mei 1959. Pukul 12.00, Bung Karno berangkat dari Rio de Janeiro. Sementara itu, Presiden Kubitschek sudah lebih dulu tiba di Brasilia.


“Di Kota Brasilia Presiden Sukarno disambut oleh Presiden Kubitschek dan bersama-sama dia Bung Karno terbang dengan helikoper untuk melihat pekerjaan pembangunan ibu kota baru itu,” diwartakan Harian Umum.



Setelah berkeliling Brasilia, Presiden Kubitchek dan Bung Kano makan siang di Istana Kepresidenan Palacio de Alvorada. President Kubitschek, seperti dilansir Brazilian Bulletin, 1 Juni 1959, memperlakukan Bung Karno dengan rasa hormat yang begitu dalam selama kunjungan itu. Lagipula Bung Karno merupakan presiden dari negara Asia pertama yang berkunjung ke Brazil sekaligus Amerika Latin.


Sewaktu mereka sama-sama meninjau Brasilia, Presiden Kubitschek memberikan keleluasaan bagi Bung Karno untuk memilih tempat calon Kedutaan Besar Republik Indonesia. Bung Karno pun menentukan tempat pilihannya di Avenida das Nacoes Quadra 805. Tempat inilah yang menjadi kantor kedutaan Indonesia di Brazil sampai sekarang. 


Bung Karno sempat berkelakar ketika menjajaki bakal tempat gedung kedutaan Indonesia di Brasilia. Bermula dari seorang ajudan yang memetik sekuntum bunga yang tumbuh di lokasi kedutaan Indonesia. Bunga itu kemudian diminta oleh Bung Karno, untuk diberikan kepada Presiden Kubitschek.



“Saya senang sekali memberikan ini kepada Tuan, karena tumbuhnya di atas tanah Indonesia, maka bunga ini menurut hukum adalah milik saya. Maka karenanya saya senang sekali memberikannya kepada tuan,” demikian Bung Karno seperti dituturkan dalam Harian Umum, 23 Mei 1959.


Meski masih dalam tahap pembangunan, ibukota Brasilia, sewaktu dikunjungi Bung Karno, menurut mingguan Istimewa tanggal 31 Mei 1959,sungguh menggagumkan. Tak ada ada keterangan pasti apakah pengalaman meninjau ke Brasilia turut menginspirasi Bung Karno atas gagasan pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta. Namun, setelah mengunjungi sejumlah kota di dunia sejak 1956, wacana ibukota baru pengganti Jakarta mulai bergaung.


Beberapa kota digadang-gadang jadi calon ibukota baru Indonesia di zaman Bung Karno. Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah disebut-sebut yang paling sreg. Namun, hingga pemerintahan Sukarno berakhir, wacana itu tak kunjung terwujudkan. Rencana pindah ibukota baru menjadi kenyataan setelah lebih dari setengah abad kemudian. Pada akhir periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, ibukota Indonesia akhirnya pindah dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara, di Kabupaten Penajam Pasir Utara-Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.


Baca juga: Mimpi Dua Kota

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pernah menjadi wartawan perang dan penerjemah dalam momen-momen penting sejarah dunia, Sosrokartono yang menguasai banyak bahasa menutup hidup dengan ilmu kebatinan.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
bg-gray.jpg
This is a story of a watch repairman who contributed to Christianization in Surabaya, Indonesia. He wanted Javanese Christians to be like the Dutch.
bg-gray.jpg
Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
transparant.png
bottom of page