top of page

Maskapai Pelayaran Hampir Bangkrut

Sejumlah perusahaan pelayaran nasional dibentuk untuk menandingi monopoli KLM milik Belanda. Namun, dengan dukungan negara sekalipun, kondisi mereka masih kembang-kempis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi K. H. Muslich bersurat kepada pemerintah oleh Betaria Sarulina/Historia.ID.

  • 28 Jan
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 6 Feb

KONDISI beberapa perusahaan pelayaran negara menjadi sorotan. Modal hampir habis. Utang menumpuk. Anggota-anggota parlemen pun berpendapat masalah itu sudah cukup untuk memutuskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut harus dibubarkan. 


Demikianlah yang dialami dua perusahaan pelayaran yang didirikan oleh negara, yakni PT Djakarta Lloyd dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada 1950-an. KH Muslich, anggota DPR dari Fraksi Nahdlatul Ulama (NU), menggunakan hak bertanya sesuai pasal 69 Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) dengan mengirimkan surat kepada pemerintah. 


Dalam suratnya, Muslich menanyakan berapa modal (geplaatst kapitaal) serta hutang Djakarta Lloyd dan Pelni sejak didirikan kepada pemerintah dan badan-badan lainnya serta berapa jumlah harta benda dan kekayaan (inventaris) keduanya pada 1 Juli 1957. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
transparant.png
bottom of page