top of page

KNILM, Maskapai yang Lekas Mati

Sepak terjang sebuah maskapai penerbangan kolonial yang pernah menguasai angkasa Hindia. Keuntungan bisnis bukan pertimbangan utama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penerbangan pertama KNILM menuju lapangan terbang Oelin (sekarang Bandara Syamsudin Noor) Banjarmasin, Kalimantan. (Wereldmuseum Amsterdam).

2 Jan 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 14 Feb

KERAMAIAN memenuhi Lapangan Udara Tjililitan, Batavia (kini Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta). Penduduk berjubel. Di bawah tarup sederhana, sejumlah tokoh penting hadir. Di hadapan mereka, dua pesawat Fokker terparkir rapi.


Acara dimulai dengan sambutan-sambutan. Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff mendapat giliran terakhir. Setelah memberikan sepatah dua patah kata, de Graeff menyingkirkan pengganjal roda kiri pesawat dengan nomor registrasi H-NAFB –kemudian diregistrasi ulang jadi PK-AFB. Maka, Maskapai Penerbangan Hindia Belanda (Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij atau KNILM) pun resmi beroperasi.


De Graeff lalu menaiki pesawat. Sejurus kemudian, pesawat melakukan penerbangan komersial perdananya menuju Semarang. Pesawat kedua dengan registrasi H-NAFA menyusul kemudian dengan tujuan Bandung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page