- 2 Jan 2025
- 7 menit membaca
Diperbarui: 14 Feb
KERAMAIAN memenuhi Lapangan Udara Tjililitan, Batavia (kini Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta). Penduduk berjubel. Di bawah tarup sederhana, sejumlah tokoh penting hadir. Di hadapan mereka, dua pesawat Fokker terparkir rapi.
Acara dimulai dengan sambutan-sambutan. Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff mendapat giliran terakhir. Setelah memberikan sepatah dua patah kata, de Graeff menyingkirkan pengganjal roda kiri pesawat dengan nomor registrasi H-NAFB –kemudian diregistrasi ulang jadi PK-AFB. Maka, Maskapai Penerbangan Hindia Belanda (Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij atau KNILM) pun resmi beroperasi.
De Graeff lalu menaiki pesawat. Sejurus kemudian, pesawat melakukan penerbangan komersial perdananya menuju Semarang. Pesawat kedua dengan registrasi H-NAFA menyusul kemudian dengan tujuan Bandung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.











