top of page

Mas Singoatmodjo Komandan Barisan Madura Terakhir

Barisan Madoera yang di eksis sebelum tahun 1942 dibubarkan Jepang. Kiprahnya diteruskan Korps Tjakra Madoera.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang perwira di Barisan Madoera. (Troepenmuseum/Wikipedia.org)

25 Mei
2 menit membaca

SETELAH Pulau Madura diduduki tentara Belanda, sebuah negara federal dibentuk di sana pertengahan 1948 dengan nama Negara Madura. Negara Madura lalu menunjuk 10 orang yang berpengaruh untuk duduk di parlemen mereka pada Juni 1948.

 

Di antara yang duduk di parlemen itu terdapat pedagang, ahli hukum, dan pensiunan pegawai dan tentara. Koran De Locomotief tanggal 10 Juni 1948 menyebut, pensiunan tentara yang dimaksud adalah Mas Singoatmodjo, pensiunan mayor dari Korps Barisan Madoera.

 

Menurut Harsya Bachtiar dalam Siapa Dia Perwira Tinggi Tentara Nasional Angkatan Darat, Mayor Singoatmodjo merupakan komandan Barisan Madoera pada pakhir zaman Hindia Belanda. Pria kelahiran 1895 itu baru berpangkat letnan dua pada 1924. Sebelumnya, Singoatmodjo pernah berpangkat Fourier, yakni sersan yang mengurusi perbekalan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page