top of page

Orang Madura dalam Perang Aceh

Titian kariernya dimulai dari sersan KNIL. Dianggap berjasa dalam Perang Aceh, Raden Ario Setjo Negoro dianugerahi bintang Ridder Militaire Willemsorde 4e klasse.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Barisan Madura di sekitar Kutaraja, Aceh, 1874. (Wikimedia Commons).

  • 3 Mar 2025
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 25 Mei

KETIKA muda, Raden Ario Setjo Negoro berkarier di militer. Saat berpangkat sersan, dia ditempatkan di Barisan Bangkalan, bagian dari Korps Barisan Madura, sebuah Hulptroepen (pasukan bantuan) dalam tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL).


Pada 1875, catat suratkabar Java Bode, 6 Oktober 1875, Raden Ario Setjo Negoro naik pangkat ke letnan-dua (letda) di Barisan Bangkalan. Dia kemudian diikutkan dalam Perang Aceh di bawah komando Belanda. Arsip Register Ridder Militaire Willemsorde 4 nomor 4305 menyebut, Raden Ario Setjo Negoro berperan dalam pertempuran di Kotta Alam dan Oleh Karang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page