- 3 Feb 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 25 Mei
DULU waktu zaman Hindia Belanda, jumlah orang Madura di Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) tidaklah banyak. Tentara kolonial itu lebih didominasi orang Ambon, Minahasa dan tentu Jawa. Orang Ambon dan Minahasa agak diistimewakan dalam hal fasilitas. Sementara itu Jawa menghasilkan tenaga kerja murah untuk KNIL.
Karakter orang Madura yang berani dan setia amat diperlukan oleh kolonialis Belanda untuk menindak siapapun yang berupaya merongrong kekuasaannya. Karena itu pula citra orang Madura sempat “miring” dibuatnya.
“Citra kekejaman dan kesukaan berkelahi semakin diperkuat oleh orang-orang Madura yang menjadi tentara kolonial, serta oleh reputasi keganasan laskar Madura yang ikut membantu pihak Belanda dalam Perang Diponegoro (1825-1830),” tulis Mien A. Rifai dalam Manusia Madura: Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya Seperti Dicitrakan Peribahasanya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















