WARSA 1950, orang Indonesia masih sangat jarang bermukim di Uni Soviet. Pemandangan ganjil itulah yang disaksikan Adam Malik dan Sudjatmoko, ketika mewakili Indonesia dari kelompok pers, dalam konferensi ekonomi di Moskow. Mereka menjadi bagian dari 13 delegasi Indonesia yang diundang pemerintah Uni Soviet.
Hari itu, 4 April 1952, Adam Malik dan Sudjatmoko melihat seseorang sedang berbincang dengan Poerbodiningrat dan Tahertajeb, delegasi Indonesia dari kalangan teknokrat, di hotel tempat mereka menginap di sela-sela jam makam siang. Bentuk badannya pendek tak begitu gemuk, kulitnya sawo matang. Persis seperti orang Indonesia kebanyakan.
Adam Malik yakin orang itu dari Indonesia, tapi entah siapa. Tak berselang lama, Poerbodiningrat dan Tahertajeb memperkenalkan sosok misterius itu kepada Adam Malik dan Sudjatmoko.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.
















