- 10 Apr 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 4 Jun
HUJAN yang mengguyur Cikini, Jakarta Pusat perlahan reda Senin sore itu. Beberapa mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang berteduh di sebuah ruangan semi-terbuka dekat Masjid Amir Hamzah mulai membubarkan diri. Ruangan Teraseni itu bidang-bidang tembok dan pilar-pilarnya sarat karya mural dan pesan-pesan tentang seni.
“Seni itu interpretasi dan ekspresi emosi jiwa yang selalu merakyat,” bunyi pesan di salah satu pilarnya. “Seni itu sederhana: goreng, angkat, lalu tiriskan,” bunyi pesan di sisi pilar lainnya. Ada juga pesan sederhana namun menohok: “Tolong sampah dibuang pada tempatnya. Jangan ditinggalin di areal sini!”
Pesan dengan tulisan kecil itu sepertinya paling sering diabaikan. Pasalnya kondisi lantai Teraseni tak hanya dikotori serakan guguran dedaunan dari barisan pohon yang tertiup ke situ tapi juga sisa-sisa gelas plastik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















