top of page

Tiga Maestro Pantomim Bertandang ke Indonesia

Menggeliatnya pantomim membuat beberapa maestro pantomim dunia melawat ke tanah air. Memberikan pemahaman baru bagi pantomim di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Charles Spencer "Charlie" Chaplin yang mempopulerkan pantomim di media film bisu. (filmfinder.dk/IMDb).

  • 17 Apr 2023
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 4 Jun

TIDAK hanya di atas panggung, seni pantomim juga bisa berkembang lewat layar lebar dan layar kaca. Aktor pantomim senior Septian Dwi Cahyo pernah mempopulerkannya kurun 1996-2003 lewat karakter Den Bagus –penampilannya mirip karakter Charlie Chaplin yang berkumis tebal dan mengenakan jas lengkap dengan topi bowler-nya– di acara komedi Spontan yang ditayangkan SCTV.


Siapa yang tak mengenal Charles Spencer ‘Charlie’ Chaplin? Sosok kelahiran London, 16 April 1889 itu melejit berkat penampilan komikal slapstick nan satirnya di sejumlah film bisu pada awal abad ke-20, seperti The Tramp (1915), The Gold Rush (1925), dan The Great Dictator (1940).


Lantaran ketiadaan dialog dalam film bisu di era itu, laku Chaplin dengan banyak gerak estetik alias dengan seni pantomim tentu mengocok perut para penontonnya. Toh sebelumnya ia pentas di panggung teater dengan berpantomim.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
transparant.png
bottom of page