top of page

Nani Wijaya dari Tari ke Film

Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nani Wijaya tahun 1978. (Perpusnas RI).

16 Mar 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 1 Jul

KABAR duka datang dari dunia hiburan. Aktris senior Nani Wijaya meninggal dunia di RS Fatmawati, Jakarta, pada 16 Maret 2023. Beberapa hari lalu ia dilarikan ke rumah sakit karena sesak napas. Aktris berusia 78 tahun itu sempat menjalani perawatan di ruang ICU.


Nani Wijaya dikenal sebagai aktris peran yang bermain dalam banyak film dan sinetron. Wanita kelahiran Cirebon, 10 November 1944 ini kian tersohor saat berperan sebagai tokoh emak dalam sitkom (sinetron komedi) Bajaj Bajuri beberapa tahun silam. Ia beradu akting dengan tokoh utama Mat Solar (Bajuri) dan Rieke Diah Pitaloka (Oneng).


Debut Nani dimulai dalam film Linda (1958). “Ketika duduk di bangku SMP, ia diterima jadi pemain pembantu dalam Darah Tinggi (1960). Setahun kemudian mendapat peran utama dalam Di Balik Dinding Sekolah,” sebut Apa Siapa Orang Film Indonesia. Film garapan Rd. Ariffien (sutradara) dan Kotot Sukardi (penulis naskah) ini berkisah tentang kehidupan anak-anak dari keluarga miskin yang harus sekolah sambil kerja dan berhasil.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page