top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cerita Nani Widjaja dan Golden Girls

Nani Widjaja aktris lintas zaman yang tetap berkibar berkat Golden Girls. Rina Hassim dan Connie Sutedja punya kenangan tak terlupakan tentangnya.

1 Apr 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Nani Widjaja kala memeriahkan peringatan HUT TNI pada 1999 bersama Connie Sutedja. (Dok. Connie Sutedja/Randy Wirayudha).

  • 1 Apr 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

SUDAH lebih dari enam dekade Nani Widjaja wara-wiri menghiasi dunia hiburan nasional. Sedikitnya ada 114 film yang pernah ia bintangi sepanjang kariernya sebagai aktris layar lebar sejak 1960 dan belakangan malang melintang di layar kaca. Maka tak heran saat Nani –yang lahir di Cirebon pada 10 November 1944– menghadap Sang Pencipta, bukan hanya keluarga yang kehilangan, tetapi juga kerabat, sahabat, dan fans.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page