top of page

Ibu Hebring dan Golden Girls

Namanya tak lekang dimakan zaman. Popularitas Connie Sutedja bertahan berkat julukan “Hebring!” dan grup Golden Girls.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Connie Sutedja berbagi kisah soal julukan "Hebring". (Randy Wirayudha/Historia.ID).

21 Jun 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jun

JIKA era milenial diramaikan dengan istilah tagline, seperti “Ashiaap!” yang dipopulerkan youtuber Atta Halilintar, era 1990-an juga dimeriahkan oleh banyak julukan yang melekat pada selebritis.


“Hebring”, salah satu julukan paling populer itu. Siapa lagi yang mempopulerkannya kalau bukan aktris senior Connie Sutedja. Saking populernya, julukan “Bu Hebring” sampai melekat pada figur Connie hingga saat ini.


“Sebetulnya julukan itu anugerah ya, sama sekali enggak terganggu kalau banyak yang panggil Ibu Hebring. Saya dapat banyak iklan dari situ. Jadi karakternya (di iklan) harus hebring. Juga sering diajak ikut launching produk-produk ya, sebagai Ibu Hebring,” tutur Connie saat ditemui Historia di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page