top of page

Connie Sutedja Langganan Mengiringi Benyamin Sueb

Semesta komedi Benyamin tanpa Connie Sutedja bak sayur tanpa garam. Musuhan di depan kamera, karib di belakang layar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarni alias Connie Sutedja dalam potret lawasnya semasa jaya di perfilman nasional (Foto: Randy Wirayudha/Historia)

18 Apr 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Mar

GARA-gara sehelai selendang, kemelut terjadi dalam rumah tangga. Norma (Connie Sutedja) menuduh suaminya, Johan (A. Hamid Arif), main gila dengan wanita lain. Dalam kekacauan nan jenaka itu, sebuah lemparan kue tart melayang ke wajah sopir mereka, Pengki (Benyamin S). Sontak, Pengki pun mengerang bak cacing kepanasan dan mengancam akan lapor polisi.


Norma bersama ibunya (Wolly Sutina/Mak Wok) pun merayu Pengki untuk tak mempolisikannya. “Sekarang lebih baik kita damai aja ya. Ini saya kasih seribu (rupiah) untukmu,” bujuk Norma. Pengki menolak. Norma pun terpaksa menambahkan Rp1.500 lagi uang damainya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page