KETIKA memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada banyak masalah yang “diidap” kota yang dipimpinnya. Selain masih lebih pantas disebut “kampung” dengan banyak permukiman ala kampung dan lahan pertanian, Jakarta belum punya fasilitas-fasilitas kota besar.
“Dan di dalam kota sendiri ternyata juga masih banyak rumah-rumah yang berciri khas kampung memakai bambu, dari kayu, terus jalannya masih becek. Makanya salah satu program Sudiro adalah perbaikan kampung. Kalau misalnya Bang Ali [Sadikin] yang disebut pionir perbaikan kampung, salah juga itu. Sejak zaman Sudiro sudah ada program perbaikan kampung,” terang Hendaru Tri Hanggoro, peneliti sejarah Jakarta, kepada Historia.ID.
Di luar kondisi fisiknya, penduduk Jakarta pun masih banyak yang buta huruf. Aturan-aturan bila dikeluarkan, belum tentu langsung dapat dipahami apalagi dijalankan. Singkat kata, berbagai lini kehidupan di Jakarta masih sarat masalah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















