top of page

Sudiro Dipanggil Sukarno

Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sudiro bersama istri dan anak-anak: Tuti, Toto, dan Tarto, 1947. (Repro Sudiro Pejuang Tanpa Henti).

  • 16 Jun
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 23 Jul

KETIKA Jepang datang, hidup Sudiro sebenarnya sudah enak dan tenang di Palembang. Dia menjabat direktur sekolah rakyat Kokumin Gakko di Plaju. Selain itu, dia juga mengajar bahasa Jepang untuk tenaga asing di perusahaan tambang minyak Plaju-Sungai Gerong, dengan perantara bahasa Belanda dan Inggris.


Sudiro digaji tiga rupiah per hari, lebih dari cukup untuk biaya hidup sekeluarga. Lagi pula, pejabat Jepang senang kepada Sudiro lantaran fasih berbahasa Jepang. Di samping gaji lumayan, dia juga mendapat rumah besar milik pegawai Belanda. Makan dan pakaian cukup. Bahkan, untuk membantu aktivitasnya, Sudiro diberi dua pembantu orang Sikh, Mager Singh dan Harnaam Singh. Dengan berbagai fasilitas itu, kesejahteraan dan kebutuhan finansialnya terjamin.


“Pada suatu hari saya menerima telegram dengan huruf Katakana. Ternyata dari ‘Jakaruta’. Bunyinya: ‘Sugu ni koi putera de hataraki shi’ (Lekas datang untuk bekerja pada Putera). Sebagai pengirim tertulis: Sukaruno,” kata Sudiro dalam Pengalaman Saya Sekitar 17 Agustus 1945.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Temuan dokumen baru memperlihatkan kemungkinan Penerima Nobel 1936 bukan simpatisan Nazi.
Temuan dokumen baru memperlihatkan kemungkinan Penerima Nobel 1936 bukan simpatisan Nazi.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sebagai produk Perang Dingin, Gojira merepresentasikan kecemasan rakyat Jepang akan ancaman senjata nuklir dan kerusakan alam.
Sebagai produk Perang Dingin, Gojira merepresentasikan kecemasan rakyat Jepang akan ancaman senjata nuklir dan kerusakan alam.
Kisah petani yang melawan perusahaan raksasa. Di balik fisiknya yang renta, semangat perlawanannya berapi-api.
Kisah petani yang melawan perusahaan raksasa. Di balik fisiknya yang renta, semangat perlawanannya berapi-api.
transparant.png
bottom of page