Diperbarui: 5 Agu
REPUTASI Peter Debye, orang Belanda peraih Hadiah Nobel di bidang Kimia tahun 1936, sempat tercoreng namanya karena dicurigai sebagai simpatisan Nazi. Bukti-bukti terbaru menunjukkan kemungkinan dia seorang informan anti-Nazi yang bekerja untuk Sekutu selama Perang Dunia II.
Jurrie Reiding, pensiunan ahli kimia di Belanda, meneliti surat-surat pribadi Debye dan menyimpulkan bahwa dia kemungkinan besar menyediakan informasi bagi seorang mata-mata yang bekerja bagi agen intelijen Inggris, MI6, di Berlin. Temuan itu dipublikasikan Ambix, jurnal Society for the History of Alchemy and Chemistry di Belanda.
Reiding mengatakan, Debye adalah teman dai Rosbaud, orang berkewarganegaraan Austria yang bekerja di Kaiser Wilhelm Institute for Physics di Berlin, tempat Debye menjabat direktur antara 1935 hingga 1939. Rosbaud, yang amat membenci Nazi, direkrut MI6 untuk menyediakan informasi ilmiah, termasuk detail pembuatan Roket V1 dan V2 serta upaya Jerman membuat bom atom. Dia tinggal di Berlin selama masa perang. Bahkan saat ini, informasi tentang kegiatan Rosbaud, yang bekerja dengan nama sandi Griffin, masih dirahasiakan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















