- 19 Jun
- 4 menit membaca
KETIKA menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu membentuk Batalion Raider, satuan elite infantri dalam pasukan Kodam. Unit pasukannya berasal dari delapan batalion infantri pemukul Kodam dan dua batalion infantri Kostrad. Sepuluh batalion inilah yang dilebur menjadi Batalion Raider.
Batalion Raider diresmikan pada 2003. Pasukan elite ini khusus dipersiapkan untuk menumpas pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ryamizard mengklaim, gerakan pasukan Batalion Raider lebih cepat dari Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU.
“Kemampuannya itu untuk mengejar GAM tentunya akan lebih cepat lagi dari pasukan gerak cepat TNI yang telah ada selama ini,” ujar Ryamizard dalam Analisa, 24 November 2003.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















