DEPOK diliputi ketegangan. Beredar kabar adanya pergerakan kaum komunis dari arah Sawangan menuju Depok, pertanda sesuatu yang besar akan segera terjadi. Di tengah situasi itu, seorang tokoh komunis terkenal asal Lampung dilaporkan telah tiba di sana sebelum keberadaannya akhirnya terendus oleh pemerintah kolonial pada malam 24 November 1926.
“Pria tersebut memiliki nama yang terdengar indah, yaitu Mohamad Sjahmin Pandjinegara yang merupakan seorang kenalan lama polisi,” catat De Nieuwe Vorstenlanden 25 November 1926. “Tujuan kedatangan pria ini sangat jelas sehingga tidak ada keraguan tentang hal itu. Karena itu, pengawasan ketat tetap mutlak diperlukan.”
Kecurigaan terhadap Sjahmin tidak muncul begitu saja. Setelah menggagalkan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Barat (Batavia dan Banten), pada November 1926, dinas intelijen politik Belanda (PID) memburu orang-orang komunis. Pengawasan juga diperketat di wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi basis pergerakan, logistik, dan tempat pelarian.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















