- 6 Nov 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 Apr
“Son! Tok! tok! tok! Sontani…!”
“Hai, siapakah itu?"
“Ssst! Lupakah kau? Aku Saleh.”
“O, ya…! Silahkan masuk! Tunggulah sebentar!”
“Mengapa, tadi tidak bersedia lebih dulu?”
“Mana boleh, tidak bersedia lebih dulu. Lihatlah ini, sudah mulai tadi aku berpakaian, waktu tidur masih juga bersepatu.”
Semua perlengkapan telah disiapkan. Parang panjang dan botol minum di pinggang. Bekal telah terbungkus karung. Topi dikenakan dan kapak besar dipanggul. “Mari!” kata Sontani kepada Saleh.
Mereka pun bergegas menuju ke belakang rumah dan masuk ke dalam hutan rimba. Maka dimulailah perjalanan Sontani dan Saleh, kabur dari Boven Digoel!
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















