top of page

Digoelis Jadi Artis

Kapok dibuang ke Boven Digoel, Mustajab Budrasa memilih panggung sandiwara dan film.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mustajab Budrasa (tengah, berpeci) dalam satu adegan film. (Minggu Pagi, 25 Januari 1959).

4 Feb 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

UNTUK menyingkirkan para pemberontak, Belanda menyiapkan Boven Digoel. Lokasinya yang kelilingi hutan di tengah-tengah Pulau Papua dan sungai-sungai penuh buaya membuat para tahanan hampir mustahil untuk kabur. Selain itu malaria dan isolasi dari peradaban manapun diharapkan membuat para pembangkang kapok.


Banyak dari orang-orang buangan tetap pada pendiriannya. Banyak pula yang menyerah atau pura-pura jinak agar dipulangkan ke kampung halaman. Mereka yang berhasil bebas dari Digoel ada yang tetap melawan kolonialisme, ada pula yang pensiun karena kapok dibui. Salah satunya adalah Mustajab Budrasa, Digoelis yang jadi artis.


Mustajab Budrasa lahir di Tegal pada 13 April 1901. Menginjak remaja, ia masuk ke Sekolah Guru Normal dan kemudian lulus pada 1918. Ia lalu menjadi guru sekolah dasar di Pekalongan hingga 1925.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Pembantaian massal 69 tahun silam itu masih menyisakan kesuraman.
Pembantaian massal 69 tahun silam itu masih menyisakan kesuraman.
Menurunkan berat badan dianggap gaya hidup. Tubuh sehat dan berat ideal juga jadi ukuran patriotisme di Inggris.
Menurunkan berat badan dianggap gaya hidup. Tubuh sehat dan berat ideal juga jadi ukuran patriotisme di Inggris.
Di sebuah gua terpencil di tebing karst wilayah Maros ditemukan tulang belulang manusia dan fragmen tembikar. Diduga tempat penguburan.
Di sebuah gua terpencil di tebing karst wilayah Maros ditemukan tulang belulang manusia dan fragmen tembikar. Diduga tempat penguburan.
transparant.png
bottom of page