- 1 jam yang lalu
- 8 menit membaca
DULU ada balap perahu yang menjadi tradisi tahunan untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Perahu-perahu layar yang membawa muatan saling adu cepat dan kelincahan di lautan lepas untuk mencapai garis finis. Perlombaan ini eksis pada 1960-an dan pernah dihidupkan kembali pada 1990-an.
Gagasan mengadakan perlombaan perahu layar timbul di kalangan pengurus Persatuan Olahraga Perairan Indonesia (Peropi) pada 1959. Peropi, yang didirikan tahun 1956, adalah organisasi payung untuk menyatukan dan mengembangkan seluruh cabang olahraga air di Indonesia. Saat itu Peropi diketuai oleh Mayjen Hidajat, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.
Karena beragam kendala, gagasan tersebut tak bisa direalisasikan tahun itu. Maka, “Peropi menugaskan salah satu anggotanya, yaitu Brigjen A. Saleh untuk menyelenggarakannya pada tahun 1960,” catat buku Perlombaan Perahu Lajar Pinisi, 17 Augustus 1960-1961, yang diterbitkan Departemen Perhubungan Laut tahun 1960.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















