top of page

Mengejar Perahu Layar

Beberapa perahu layar berkejaran di lautan lepas. Adu cepat dan ketangkasan membawa hasil bumi Indonesia. Sebuah perlombaan dan tradisi yang tak sepenuhnya hilang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perahu pinisi Setia Arpa dengan nomor start 37 menjadi pemenang pertama dalam Copra Race tahun 1962. (Repro 12 Tahun Kodamar).

  • 3 Jul
  • 8 menit membaca

DULU ada balap perahu yang menjadi tradisi tahunan untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Perahu-perahu layar yang membawa muatan saling adu cepat dan kelincahan di lautan lepas untuk mencapai garis finis. Perlombaan ini eksis pada 1960-an dan pernah dihidupkan kembali pada 1990-an.


Gagasan mengadakan perlombaan perahu layar timbul di kalangan pengurus Persatuan Olahraga Perairan Indonesia (Peropi) pada 1959. Peropi, yang didirikan tahun 1956, adalah organisasi payung untuk menyatukan dan mengembangkan seluruh cabang olahraga air di Indonesia. Saat itu Peropi diketuai oleh Mayjen Hidajat, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.


Karena beragam kendala, gagasan tersebut tak bisa direalisasikan tahun itu. Maka, “Peropi menugaskan salah satu anggotanya, yaitu Brigjen A. Saleh untuk menyelenggarakannya pada tahun 1960,” catat buku Perlombaan Perahu Lajar Pinisi, 17 Augustus 1960-1961, yang diterbitkan Departemen Perhubungan Laut tahun 1960.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Dari sedikit catatan di Piala Eropa, hanya ada dua pasang ayah dan anak yang pernah bikin gol di turnamen paling populer kedua setelah Piala Dunia itu.
Dari sedikit catatan di Piala Eropa, hanya ada dua pasang ayah dan anak yang pernah bikin gol di turnamen paling populer kedua setelah Piala Dunia itu.
Asa membumbung tinggi setelah Timnas U-23 bekap Thailand, 2-0. Pengentasan dahaga 28 tahun mulai terbuka di Manila.
Asa membumbung tinggi setelah Timnas U-23 bekap Thailand, 2-0. Pengentasan dahaga 28 tahun mulai terbuka di Manila.
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Berharap menyamai prestasi enam dekade lalu yang membawa pulang perunggu.
Berharap menyamai prestasi enam dekade lalu yang membawa pulang perunggu.
transparant.png
bottom of page