top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kala Pejabat Berolahraga

Para menteri hingga anggota parlemen pun perlu berolahraga. Bahkan berkompetisi demi kemenangan korpsnya masing-masing dalam Pekan Olahraga Antar-Kementerian.

14 Sep 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Kesebelasan Menteri Kabinet Karya dan Korps Diplomatik berfoto bersama sebelum pertandingan dalam pembukaan PORAK. Berdiri pertama dari kiri Menteri Penerangan Sudibjo. (Mimbar Penerangan, Agustus 1958).

  • 15 Sep 2025
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

BUNG Tomo, anggota Konstituante yang dikenal karena aksi heroiknya dalam Pertempuran Surabaya tahun 1945, berdiri di tengah lapangan hijau. Begitu semua pemain siap, ia meniupkan peluit panjang. Kick off dimulai dengan tendangan kehormatan yang dilakukan oleh Ketua Parlemen Mr. Sartono. Sesaat setelahnya laga pun dimulai.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Menikmati secangkir kopi di sebuah kedai yang dulunya berperan dalam penerangan kota. Bangunan ini menjadi perusahaan pemasok listrik sejak masa kolonial.
bottom of page