top of page

Ganefo dan Mimpi Besar Sukarno

Sukarno menyelenggarakan Ganefo untuk menandingi Olimpiade. Pesta olahraga negara-negara nonblok ini dipicu sikap politik Indonesia terhadap Israel dan Taiwan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Poster Sukseskan Ganefo dalam acara rapat umum Front Pemuda menyukseskan Dwikora pada 1963. (Perpusnas RI).

20 Feb 2023
9 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

DENGAN antusias, sedari pagi publik Jakarta berbondong-bondong datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Mereka melalui Jalan Sudirman yang berhiaskan ratusan umbul-umbul dan bendera merah putih. Kendaraan berjejalan. Lautan manusia tak terhindarkan. Maklum, tiket masuknya gratis.


Pukul tiga sore, stadion sudah dipenuhi 100.000 penonton. Di luar gerbang tak kalah ramai. Satu jam kemudian, Presiden Sukarno tiba menggunakan helikopter. Dimulailah rangkaian acara pembukaan pesta olahraga akbar The Games of the New Emerging Forces (Ganefo). Satu per satu kontingen tiap negara berparade, defile, sambil disambut riuh penonton.


Lalu seorang atlet Indonesia, Harun Al-Rasjid, berlari membawa obor untuk menyalakan tungku api Ganefo. Api berkobar dibarengi pengerekkan bendera dan nyanyian himne Ganefo. Acara seremonial yang tidak asing namun bermakna besar bagi para peserta.


Sukarno naik ke podium. Suasana tiba-tiba hening. Dengan satu kalimat singkat dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Prancis, ia menyatakan, “dengan ini, Ganefo I saya buka.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Jerman Barat memberikan bantuan ekonomi untuk memenangkan hati pemerintahan Sukarno dan menyingkirkan Jerman Timur.
Jerman Barat memberikan bantuan ekonomi untuk memenangkan hati pemerintahan Sukarno dan menyingkirkan Jerman Timur.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”
Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”
Layaknya istana negeri dongeng, Alcázar berdiri megah di atas tebing berbatu dengan kastil besar dan menara-menara beratap kerucut.
Layaknya istana negeri dongeng, Alcázar berdiri megah di atas tebing berbatu dengan kastil besar dan menara-menara beratap kerucut.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Tak hanya diperebutkan para pesepakbola, trofi Piala Dunia juga diincar Nazi dan pencuri. Trofi pertama dilebur jadi emas batangan.
Tak hanya diperebutkan para pesepakbola, trofi Piala Dunia juga diincar Nazi dan pencuri. Trofi pertama dilebur jadi emas batangan.
transparant.png
bottom of page