top of page

Sutan Sjahrir Memodali Chairil Anwar Jualan Barang Bekas

Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perdana Menteri Sutan Sjahrir saat menandatangani perjanjian gencatan senjata dalam Perundingan Linggarjati dengan pejabat delegasi Belanda, Schermerhorn. (Nationaal Archief).

  • 8 Mei
  • 3 menit membaca

KAMP interniran Salemba menjadi salah satu tempat interniran bagi warga Belanda di Jakarta semasa pendudukan Jepang. Salah satu penghuni kamp ialah seorang wanita Belanda penghuni rumah di Van Brenweg 19 (kini Jalan Latuharhary), Menteng, Jakarta Pusat. Ketika sang nyonya dalam interniran, rumahnya disewakan kepada Sutan Sjahrir.


“Rumah itu juga memiliki garasi, tempat Chairil Anwar seharusnya tinggal. Namun, pemilik Belanda itu menyimpan dua peti kayu besar (yang digunakan untuk pengiriman) di dalam garasi dan peti-peti itu terlalu berat untuk dipindahkan. Lagi pula, tidak ada ruang di dalam rumah untuk menaruhnya,” tutur Des Alwi dalam memoarnya, Friend and Exiles: A Memoir of the Nutmeg and the Indonesian Nationalist Movement.


Di rumah kawasan elite itu, Sjahrir tak tinggal sendirian. Sjahrir memboyong serta Des Alwi dan Lily, anak-anak angkatnya semasa pengasingan di Banda Neira. Turut menumpang pula keponakan Sjahrir, Chairil Anwar bersama ibunya, Saleha.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page