- 4 Feb
- 3 menit membaca
Diperbarui: 13 Feb
SUTAN Sjahrir tak banyak meninggalkan warisan. Sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan yang pernah menjabat perdana menteri pertama Indonesia, Sjahrir hanya meninggalkan sedikit harta bagi keluarganya. Partai yang dibentuknya, Partai Sosialis Indonesia (PSI), dibubarkan oleh rezim Sukarno. PSI pun hanya menyisakan segelintir kader intelektual.
“Partainya kecil banget tuh PSI. Tapi, dia (Sjahrir) sebut ini partai kader. Jadi tidak perlu besar. Dia fokus pada kaderisasi. Itu PSI zaman dulu,” kata intelektual publik Rocky Gerung dalam diskusi Sutan Sjahrir “Perjuangan Kita” di Perpustakaan Nasdem, Jakarta Pusat, 30 Januari 2026.
Semasa mudanya, Rocky teridentifikasi sebagai “Orkit” alias “Orang Kita”, sebutan untuk jaringan kelompok intelektual yang berafiliasi dengan PSI. Selain berorientasi pada pedagogi, menurut Rocky, salah satu ciri intelektual Sjahrir ialah pemikirannya tentang antifasisme. Sjahrir menerangkannya dengan gamblang dalam pamflet perjuangan berjudul Perjuangan Kita yang terbit pada 1945, sebelum PSI terbentuk.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















