top of page

Sutan Sjahrir dan Manifesto Antifasis

Perdana menteri Indonesia pertama, Sutan Sjahrir menentang fasisme dan feodalisme. Ia menuangkan gagasannya dalam risalah Perjuangan Kita.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perdana Menteri Sutan Sjahrir dalam sidang pleno KNIP di Malang, 1947. (ANRI).

4 Feb
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Feb

SUTAN Sjahrir tak banyak meninggalkan warisan. Sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan yang pernah menjabat perdana menteri pertama Indonesia, Sjahrir hanya meninggalkan sedikit harta bagi keluarganya. Partai yang dibentuknya, Partai Sosialis Indonesia (PSI), dibubarkan oleh rezim Sukarno. PSI pun hanya menyisakan segelintir kader intelektual. 


“Partainya kecil banget tuh PSI. Tapi, dia (Sjahrir) sebut ini partai kader. Jadi tidak perlu besar. Dia fokus pada kaderisasi. Itu PSI zaman dulu,” kata intelektual publik Rocky Gerung dalam diskusi Sutan Sjahrir “Perjuangan Kita” di Perpustakaan Nasdem, Jakarta Pusat, 30 Januari 2026. 


Semasa mudanya, Rocky teridentifikasi sebagai “Orkit” alias “Orang Kita”, sebutan untuk jaringan kelompok intelektual yang berafiliasi dengan PSI. Selain berorientasi pada pedagogi, menurut Rocky, salah satu ciri intelektual Sjahrir ialah pemikirannya tentang antifasisme. Sjahrir menerangkannya dengan gamblang dalam pamflet perjuangan berjudul Perjuangan Kita yang terbit pada 1945, sebelum PSI terbentuk.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page