top of page

Senandung Nada di Lokananta

Studio musik pertama dan terbesar di Indonesia yang merekam suara-suara bernilai baik dari segi artistik. Lokananta tetap eksis sebagai saksi perkembangan musik Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lokananta di Solo, Jawa Tengah. (lokanantabloc.com).

2 Feb
5 menit membaca

DI jantung Kota Solo, terdapat tempat yang menjadi saksi perjalanan musik Indonesia. Di antara riuhnya tradisi dan gema seni Nusantara, tempat ini hidup sebagai ruang yang bersenandung sejak tahun 1956. Lokananta turut berperan dalam perkembangan karier sosok-sosok hebat nan terkenal seperti Titiek Puspa, Gesang, Waldjinah, Bing Slamet, Sam Saimun, hingga Didi Kempot.


Lokasi Lokananta berada di Jalan Ahmad Yani Nomor 379, Kerten, Solo, Jawa Tengah. Dalam Pekan Kebudayaan Nasional, Senin-Minggu, 7-13 Oktober 2019 terbitan Direktorat Jenderal Kebudayaan disebutkan Lokananta menyimpan lebih dari 53.000 piringan hitam dan 5.670 master rekaman bersejarah. Rekaman yang paling fenomenal adalah pembacaan teks Proklamasi kemerdekaan oleh Presiden Sukarno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page