DI usia yang sangat muda, Semaoen muncul sebagai pemimpin pergerakan dari generasi baru. Keterlibatannya dalam pergerakan tak dapat dilepaskan dari pengalamannya menyaksikan berbagai ketimpangan yang dialami rakyat kecil pada masa kolonial Belanda.
Mulanya, ketika bekerja sebagai juru tulis di jawatan kereta api, Semaoen terlibat dalam aktivitas serikat buruh kereta api. Dia menjadi anggota Serikat Pekerja Kereta Api dan Trem (VSTP). Pertemuannya dengan Henk Sneevliet membuat pemuda kelahiran 1899 itu ikut ambil bagian dalam kegiatan ISDV, organisasi yang didirikan sosialis Belanda tersebut.
Nama Semaoen semakin dikenal luas lewat aktivitasnya sebagai wartawan. Pada 1916, dia meninggalkan pekerjaannya di jawatan kereta api dan pindah ke Semarang untuk memusatkan perhatian sebagai propagandis. Semaoen bekerja sebagai editor Si Tetap, surat kabar berbahasa Melayu yang menjadi corong VSTP.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















