top of page

Basuki Tjahaja Purnama dan Pidato Sukarno

Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Surat Basuki Tjahaja Purnama dari Mako Brimob (17/1) yang mengutip pidato Presiden Sukarno. (IG basukibtp).

18 Jan 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Jun 2025

BASUKI Tjahaja Purnama (BTP) mengunggah surat terbaru di akun instagramnya (17/1). Surat ini dibuat untuk merespons rencana pendukungnya yang akan menyambut hari kebebasannya di Mako Brimob pada 24 Januari 2019. Dia meminta agar rencana itu diurungkan.


“Saya bebas tanggal 24 Januari 2019, adalah hari Kamis, hari orang-orang bekerja. Jalanan di depan Mako Brimob dan di depan lapas Cipinang adalah satu-satunya, jalan utama bagi saudara-saudara kita yang mau mencari nafkah. Saya sarankan demi untuk kebaikan dan ketertiban umum bersama, dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap,” tulis BTP.


Berikutnya BTP mensyukuri penahanannya dan meminta maaf kepada Ahokers, para PNS DKI, dan para pembencinya, atas segala tutur kata, sikap, perbuatan, yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati dan perasaan. Dia juga meminta setelah bebas dipanggil BTP bukan Ahok.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page