- 1 hari yang lalu
- 7 menit membaca
SUARA ketukan di tengah malam membangunkan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang menginap di bekas gedung Javasche Bank di Solo. Dia bergegas membuka pintu kamar. Jarum jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari dan karena itu Sjahrir yakin ada hal mendesak yang harus segera dia ketahui.
Sjahrir menginap di Solo setelah melakukan perjalanan dari wilayah Jawa Timur, bersama rombongannya, yakni Menteri Kemakmuran Darmawan Mangunkusumo, Menteri Sosial dr. Soedarsono, Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Soedibjo, Sekretaris Kabinet Mr. Soemitro, sekretarisnya Soebadio Sastrosatomo, dan Soemitro Djojohadikoesoemo. Esok hari mereka akan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.
Begitu pintu terbuka, Sjahrir melihat beberapa orang berseragam militer dan bersenjata lengkap. Tanpa basa-basi, Sjahrir bertanya, “Ada apa?”
“Saudara mesti saya tangkap,” kata Mayor Abdul Kadir Joesoef, pemimpin penangkapan, yang memperlihatkan surat perintah dari atasannya, Panglima Divisi III Jenderal Soedarsono.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















