top of page



The Bitter Life of Sutan Sjahrir
Towards the end of his life, Sutan Sjahrir lived as a prisoner under medical care. As bitter as it was, that period was the only time his daughter ever experienced life as part of a complete family.


Pahit Getir Hidup Sjahrir
Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.


Sutan Sjahrir dan Manifesto Antifasis
Perdana menteri Indonesia pertama, Sutan Sjahrir menentang fasisme dan feodalisme. Ia menuangkan gagasannya dalam risalah Perjuangan Kita.


Sjahrir dan Anak-anak Banda Neira
Pada 1934, perjuangan Hatta dan Sjahrir harus terhenti sementara karena keduanya ditangkap oleh pemerintah kolonial dan dibuang ke Boven Digul.


Masa Akhir Sjahrir
Agustus 1965, Sutan Sjahrir dirawat di Swiss untuk mengobati penyakit stroke yang menggerogoti tubuhnya, Poppy (Istri Sutan Sjahrir) setia mendampingi Sjahrir hingga akhir hayat.


Sjahrir dan Anak-anak Banda Neira
Perjuangan Hatta dan Sjahrir terhenti sementara karena ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda dan dibuang ke Boven Digul tahun 1934, kemudian saat dipindahkan ke Banda Neira mereka memutuskan menempati rumah yang sama.


Bung Kecil Melawan Bung Besar
Pada awal kemerdekaan Indonesia, Sutan Sjahrir jadi tokoh utama yang menyuarakan kritik terhadap kabinet presidensil bentukan Presiden Sukarno


Mengenal Bung Kecil
Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran penting Tiga Serangkai: Sukarno, Hatta, dan Sjahrir. Berbeda dengan Sukarno dan Hatta, masih banyak orang yang tidak terlalu familiar dengan sosok Sjahrir.


Teks Proklamasi Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir menyusun teks proklamasi untuk dibacakan pada 15 Agustus 1945. Naskah itu dikirimkan ke berbagai tempat di Jawa. Ia berharap Sukarno dan Hatta membacakan proklamasi itu.


Di Manakah Mereka Saat Proklamasi?
Saat Proklamasi, sebagian tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hadir. Siapa saja mereka?


Sutan Sjahrir Bergerak di Bawah Tanah Menjelang Kemerdekaan
Sutan Sjahrir menolak bekerja sama dengan Jepang dan bergerak di bawah tanah untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Melalui radio rahasia, Sjahrir mengetahui kekalahan Jepang.


Akhir Kabinet Sutan Sjahrir Pertama
Kabinet Sutan Sjahrir pertama tidak bertahan lama. Serangan oposisi membuat Kabinet Sjahrir hanya berlangsung sekitar tiga bulan.


Kritik Terhadap Kabinet Sutan Sjahrir
Kritik bermunculan tak lama setelah Kabinet Sutan Sjahrir diumumkan. Komposisi Kabinet Sjahrir dianggap tidak mencerminkan semua aliran politik, tidak mewakili pemuda, dan berkaitan dengan Belanda.


Sikap Belanda Terhadap Kabinet Sutan Sjahrir
Pengangkatan Sutan Sjahrir sebagai perdana menteri disambut positif oleh tokoh-tokoh Belanda karena Sjahrir bukan kolaborator Jepang. Memudahkan proses perundingan dengan Belanda.


Kudeta Diam-diam Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir gencar mengkritik kabinet presidensial yang dibentuk Presiden Sukarno. Sempat menolak tawaran Sukarno, Sjahrir kemudian menjadi perdana menteri pertama. Langkah Sjahrir disebut kudeta diam-diam.

Ads
Ads
Ads
bottom of page












