top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kritik Terhadap Kabinet Sutan Sjahrir

Kritik bermunculan tak lama setelah Kabinet Sutan Sjahrir diumumkan. Komposisi Kabinet Sjahrir dianggap tidak mencerminkan semua aliran politik, tidak mewakili pemuda, dan berkaitan dengan Belanda.

Oleh :
Historia
25 Jun 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Perdana Menteri Sutan Sjahrir. (IPPHOS).

Diperbarui: 14 Nov 2025

TIGA hari setelah Kabinet Sutan Sjahrir diumumkan pada 14 November 1945, terjadi pertemuan pertama Belanda-Indonesia di Jakarta di bawah pimpinan Panglima Tentara Sekutu Letnan Jenderal Philip Christison. Tokoh Belanda yang hadir daam pertemuan tersebut antara lain Letnan Gubernur Jenderal H.J. van Mook, Ch. O. van der Plas, P.J. Idenburg, dan Baron van Asbeck. Sementara wakil Indonesia adalah Perdana Menteri Sjahrir, Menteri Penerangan Amir Sjarifoeddin, Menteri Pekerjaan Umum Putuhena, dan Menteri Perhubungan Abdul Karim. Selain itu, Penasihat Politik Kementerian Luar Negeri Inggris, Mr. Dening, hadir sebagai wakil dari pihak Inggris.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page