top of page

Kudeta Diam-diam Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir gencar mengkritik kabinet presidensial yang dibentuk Presiden Sukarno. Sempat menolak tawaran Sukarno, Sjahrir kemudian menjadi perdana menteri pertama. Langkah Sjahrir disebut kudeta diam-diam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana pembentukan kabinet perdana menteri di bawah pimpinan Sutan Sjahrir yang dipimpin oleh Presiden Sukarno pada 14 November 1945. (Indonesian Press Photo Service via Wikimedia Commons).

23 Jun 2025
4 menit membaca

DI awal kemerdekaan Indonesia, Sutan Sjahrir menjadi tokoh utama yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap kabinet presidensial yang dibentuk Presiden Sukarno. Kritik diarahkan pada usia dan pengalaman para tokoh nasionalis yang menjabat menteri di kabinet tersebut. Pengalaman yang dimaksud Sjahrir adalah peran tokoh-tokoh itu di masa pendudukan Jepang, yang sebagian besar bekerja di lembaga-lembaga bentukan Jepang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page