top of page

S.K. Trimurti di Tengah Tokoh Kiri

Sikap politik S.K. Trimurti bersinggungan dengan tiga tokoh kiri terkemuka Republik: Tan Malaka, Amir Sjarifoeddin, dan Musso.

loading_historia_white.gif
transparant.png

S.K. Trimurti. (Dok. Keluarga S.K. Trimurti).

1 Des 2025
10 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

S.K. TRIMURTI kerap datang ke rumah Ahmad Subardjo, yang sudah jadi menteri luar negeri, di Jalan Cikini Raya untuk meminjam buku. Namun, dalam suatu kunjungan, Subardjo memperkenalkannya dengan seorang lelaki bernama Hussein, yang sejak berada di Jakarta melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh terkemuka Republik. Subardjo kemudian memberitahu nama sebenarnya pada bulan September. Kapan pertemuan pertama terjadi, Trimurti tak ingat. Dia hanya mengatakan, setelah perkenalan itu, dia sempat beberapa kali bertemu lagi dengan Hussein sebelum akhirnya tampil terbuka di muka umum dengan nama sebenarnya: Tan Malaka.


Trimurti terkesan dengan kepribadian Tan Malaka. Menurutnya, Tan Malaka seorang manusia bersih, yang menyerahkan segala-galanya untuk cita-citanya, tanpa kepentingan pribadi, dan dengan tak kenal lelah bekerja untuk persatuan. Dia seorang yang jujur, tidak menjelek-jelekkan lawan-lawan politiknya dengan semena-mena melainkan selalu mendorong untuk memikirkan dan menganalisis masalah bersama-sama.


Sebagaimana dikutip Harry A. Poeze dalam Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia: Agustus 1945-Maret 1946, Trimurti menyebut, “Beliau seorang intelek, yang bukan termasuk ‘piringan hitam’ yang hanya mengulang-ulang. Dia berani mempertahankan pendapatnya dengan gigih, juga jika harus menghadapi oposisi berat.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page