top of page



Wanita Perkasa Pembela Jelata
S.K. Trimurti pejuang perempuan yang komplet, disegani kawan maupun lawan. Dia seorang pendidik, wartawan, pengarang, politisi, dan menteri perburuhan pertama.


Biarkan Batin Melayang
Zaman berubah. Kekuasaan berganti. Namun, S.K. Trimurti mampu melewatinya tanpa membuatnya tersingkir dari sejarah.


Pecah Kongsi Perkawinan S.K. Trimurti dan Sayuti Melik
S.K. Trimurti dan Sayuti Melik menikah dengan satu ikrar: berjuang bersama. Politik membuat pasangan ini keluar masuk-penjara. Namun, biduk rumah tangga mereka kandas menjelang masa senja.


S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini
S.K. Trimurti ikut membangun Gerwani, organisasi perempuan paling progresif. Namun, Trimurti mengundurkan diri ketika Gerwani mulai oleng ke kiri dan dia memilih suami daripada organisasi.


S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno
Sebagai murid, S.K. Trimurti tak selalu sejalan dengan guru politiknya. Dia menentang Sukarno kawin lagi dan menolak tawaran menteri. Namun, Sukarno tetap memujinya dan memberinya penghargaan.


S.K. Trimurti di Tengah Tokoh Kiri
Sikap politik S.K. Trimurti bersinggungan dengan tiga tokoh kiri terkemuka Republik: Tan Malaka, Amir Sjarifoeddin, dan Musso.


Kiprah S.K. Trimutri Menteri Bersandal
Pada masa S.K. Trimurti menjabat menteri perburuhan lahir undang-undang perburuhan yang berpihak pada perempuan dan anak-anak sekaligus dianggap tonggak bagi perjuangan buruh di Indonesia.


S.K. Trimurti di Tengah Perpecahan
Dari organisasi buruh perempuan, S.K. Trimurti masuk Partai Buruh Indonesia yang memberinya jalan untuk menduduki jabatan menteri perburuhan.


S.K. Trimurti Bukan Tokoh Kelas Berat
S.K. Trimurti selalu dikenang ketika Indonesia merayakan kemerdekaan. Namun, dia merasa bukan tokoh proklamasi kelas berat, tetapi hanya tokoh figuran saja.


S.K. Trimurti Bergerak
S.K. Trimurti menanggalkan statusnya sebagai pegawai negeri dan melibatkan diri dalam pergerakan politik. Penjara menjadi tempat langganannya.


Gadis Berlawan dari Sawahan
Sebagai anak priayi rendahan, S.K. Trimurti bisa saja hidup mapan sebagai pegawai negeri. Namun, dia menanggalkan status itu dan memilih terlibat dalam politik.


Dua Buku S.K. Trimurti Menguak Buruh
Melihat kurangnya pemahaman teori perjuangan buruh, S.K. Trimurti menulis buku tentang buruh.

Ads
Ads
Ads
bottom of page













