top of page

S.K. Trimurti Bergerak

S.K. Trimurti menanggalkan statusnya sebagai pegawai negeri dan melibatkan diri dalam pergerakan politik. Penjara menjadi tempat langganannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

S.K. Trimurti. (Dok. Keluarga S.K. Trimurti).

22 Nov 2025
8 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

DI TENGAH kuburan Cina di Wonodri, Semarang, di bawah terang bulan, mereka mengetik atau mencetak pamflet dengan menggunakan agar-agar, “karena tak ada percetakan yang mau mencetak,” ujar S.K. Trimurti kepada Erwiza Erman. Selesai, pamflet dibungkus kain lalu disimpan.


Keesokan harinya, dua polisi rahasia Belanda (PID) datang dan menemukan pamflet itu. Trimurti dan Sutarni digelandang ke kantor polisi. Dalam pemeriksaan, Trimurti mengaku sebagai pembuat pamflet itu, sehingga Sutarni dibebaskan.


Setelah menjalani persidangan, untuk kali pertama Trimurti merasakan dinginnya penjara. Pada 1936, dia ditahan sembilan bulan di penjara wanita di Bulu, Semarang. Sementara Sutarni tetap menjalankan Persatuan Marhaeni Indonesia (PMI).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page