top of page

S.K. Trimurti Bukan Tokoh Kelas Berat

S.K. Trimurti selalu dikenang ketika Indonesia merayakan kemerdekaan. Namun, dia merasa bukan tokoh proklamasi kelas berat, tetapi hanya tokoh figuran saja.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peserta kursus kader Putera. S.K. Trimurti duduk di samping Sukarno dan Mohammad Hatta. (Dok. Keluarga S.K. Trimurti).

23 Nov 2025
8 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

SETELAH beberapa hari menjalani tahanan rumah, S.K. Trimurti mendapat panggilan untuk datang ke penjara Jurnatan, Semarang. Seorang Kenpeitai Jepang bernama Nedaci menginterogasinya. Interogasi tak berjalan lancar karena perbedaan bahasa. “Pokoknya Trimurti mengerti bahwa Jepang mendakwa dia mau melawan Jepang,” tulis Soebagijo I.N dalam S.K. Trimurti, Wanita Pengabdi Bangsa.


Trimurti menjawab bahwa dia tak memusuhi Jepang, Belanda, maupun bangsa lain. Yang dimusuhinya hanyalah sikap menjajah dari bangsa-bangsa itu. Jika Jepang datang untuk menjalin persaudaraan, dia akan menyambutnya dengan baik. Tapi kalau mereka datang untuk menjajah, dia akan melawan.


Mendengar jawaban Trimurti, Nedaci memelototkan mata sembari menyemburkan sumpah serapah. Dia lalu berdiri dan duduk di bangku sebelah Trimurti. Trimurti melirik. Nedaci mengambil pentungan karet di meja dan memukul kepalanya berkali-kali. “Pada saat-saat tertentu dia sudah tidak merasakan sakit lagi,” tulis Soebagijo I.N.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page