- 23 Feb
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 Mei
HAMPIR saja putra seorang guru itu menjadi guru juga ketika muda. Jan Gerrit Scheurer, putra guru tadi, sudah beberapa bulan menjadi mahasiswa calon guru. Namun, ketertarikannya dalam dunia penyebaran agama Kristen (misionaris) membelokkan langkah hidupnya. Gereja Reformasi Utrecht dan Nederlandsch Gereformatie Zendingvereniging (Asosiasi Misionaris Reformasi Belanda) kemudian mengarahkannya belajar kedokteran.
Scheurer sekolah kedokteran di London dar 1888 hingga 1892. Namun, pendidikan kedokteran yang dijalaninya tidak untuk bertugas di Eropa, melainkan di tempat yang jauh dari tempat tinggalnya.
Begitu lulus, pada 1893 Scheurer dikirim ke Surakarta. Pria kelahiran desa kecil Gelselaar pada 3 Maret 1864 itu dikirim bersama istrinya yang sudah belajar ilmu keperawatan pula.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















