top of page

Dua Saudara Kembar Jadi Marinir di Surabaya

Pria kembar Belanda yang mengalami pendudukan Nazi ini terlibat baku tembak melawan kombatan Indonesia hingga nyaris kehilangan nyawa. Keduanya ke menjadi bagian dari Brigade Marinir Belanda yang berreputasi kejam di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 1 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

SETELAH Negeri Belanda dibebaskan tentara Sekutu dari pendudukan tentara Jerman-NAZI, rakyat Belanda lega. Mereka terbebas dari lima tahun pendudukan tentara Jerman.

 

Hal itu dialami juga oleh Gerrit dan Jacob Bruinsma, putra pria Belanda bernama Hendrik Bruinsma. Keduanya bahkan bisa “berkelana” ke tempat yang ribuan mil jauhnya dari negeri mereka.

 

Gerrit dan Jacob adalah sepasang anak kembar. Mereka sama-sama lahir di Hoensbroek pada hari yang sama, 23 Maret 1927.

 

“Tapi, aku sepuluh menit lebih tua, kan!” kata Jacob Bruinsma di koran De Limburgsch Dagblad tanggal 6 September 1947 dan Helmond Courant tanggal 13 September 1947.

 

Keduanya bersekolah bersama-sama di sekolah dasar di Treebeek. Gerrit dan Jacob juga sama-sama menyelesaikan sekolah menengah pertama di zaman Perang Eropa. Di masa pendudukan Jerman, Gerrit dan Jacob bekerja di pertambangan Emma.

 

Menjelang berakhirnya perang, Gerrit dan Jacob pernah coba mendaftar masuk militer, namun ditolak. Mereka tak patah arang. Maka pada 30 Mei 1945, keduanya –yang memiliki tinggi badan 153 cm– mendaftar lagi. Kali ini diterima di Angkatan Laut, Koninklijk Marine (KM), sebagai sukarelawan dengan pangkat marinier kelas tiga. Keduanya pada 16 Juni 1945 ditugaskan pergi ke Brunsum.

 

Setelah itu, catat Limburgsch Dagblad tanggal 9 Februari 1974, keduanya dilatih di Camp Lejeune dan Camp Davis milik United State Marine Corps. Begitu selesai, keduanya dimasukan ke dalam Marine Brigade (Brigade Marinir) yang akan dikirim ke wilayah Indonesia yang –dulunya disebut Hindia Belanda– baru saja merdeka pada 16 September 1945.

 

Gerrit dan Jacob akhirnya diberangkatkan ke Indonesia. Ketika baru tiba di Indonesia sekitar November 1945, Brigade Marinir Belanda itu bertempat di Jakarta. Pada Maret 1946, brigade tersebut dipindah ke Surabaya. Setelah setahun lebih di Surabaya, pasukan Marinir itu bergerak ke berbagai kota di pesisir Jawa Timur.

 

Brigade Marinir Belanda di Jawa Timur pernah dikomandani oleh Kolonel Willem Albert Johan Roelofsen (1897-1971). Sebelum dipegang Roelofsen, brigade dipimpin oleh Mattheus Reindert de Bruijne (1895-1973). Setelah Roelofsen, Bruijne kembali menjadi komandan brigade tersebut. Bruijne kemudian naik pangkat menjadi brigadir jenderal.

 

Di pasukan marinir itu, Gerrit dan Jacob tampak menonjol. Alhasil mereka diangkat menjadi kopral dan sersan. Mereka tak hanya punya pangkat yang berbeda, tapi juga peleton berbeda meski masih dalam kompi yang sama.

 

Suatu kali, Gerrit pergi berpatroli di sekitar Surabaya. Baku-tembak tak bisa dihindarinya. Sebuah peluru musuh mengenai senapan yang dibawanya. Bagian popor senapan yang terbuat dari kayu itu hancur tertembak kombatan Republik Indonesia.

 

Beberapa hari kemudian, Jacob juga pergi berpatroli di daerah Tapal Kuda, Keresidenan Besuki. Nasib nahas juga dialaminya. Senapan Jacob kena tembak hingga bagian magazinnya hancur. Jacob menceritakan soal senjatanya itu kepada saudaranya.

 

Di lain waktu, Gerrit hampir terbunuh lagi. Waktu naik tank Sherman buatan Amerika, Gerrit dan pasukan yang diikutinya ditembaki Laskar Merah. Peluru Laskar Merah berhasil menembus tank lapis baja itu. Gerrit yang berada di atas tank, tangan kanannya terkena peluru tapi lukanya tidak parah.

 

Brigade Marinir Belanda di Jawa Timur punya reputasi yang kejam. Sekelompok pasukan dari Brigade Marinir itu pernah mengirim puluhan tawanan perang dalam gerbong yang pengap dari Bondowoso ke Surabaya pada 23 November 1947, hingga mengakibatkan 40-an tawanan yang dicurigai sebagai kombatan Republik itu meninggal dunia. Peristiwa ini dikenal sebagai Gerbong Maut. Menurut Gert Oostindie dalam Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950: Kesaksian Perang pada Sisi Sejarah yang Salah, dalam aksinya, para personel marinir itu kadang sampai memotong ada alat kelamin lawan yang lalu diletakkan di mulut korban.  

 

“Seorang Marinir juga manusia, jadi kita juga membuat kesalahan, dan bisakah kalian mengerti maksudku? Di mana banyak kesalahan dibuat, di situ juga banyak kerja keras,” kata Roelofsen, dikutip Nieuwe Courant tanggal 15 Maret 1947.

 

Di Brigade Marinir itulah Gerrit dan Jacob mengabdi sekitar dua tahun. Keduanya berhasil keluar dari Jawa Timur dalam keadaan selamat.

 

Kembalinya Gerrit dan Jacob dalam keadaan selamat membuat orangtuanya senang. Terlebih, kedua putra kembarnya juga tampak lebih sehat dari segi gizi, di mana tinggi keduanya jadi bertambah. Setelah 1947, tinggi badan Gerrit dan Jacob menjadi 176 cm. Artinya, tinggi si kembar bertambah 23 cm di Brigade Marinir.  

 

Setelah pulang, Gerrit dan Jacob di Belanda terus berdinas di marinir hingga pangkat letnan kelas dua Angkatan Laut. Gerrit  pernah bertugas di Driehuis dan tinggal di Eysingalaan 152, Utrecht; Jacob tinggal di Hilversum, Spinozahof 21; dia bertugas di Doorn.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Jambi, a major oil-producing region in Indonesia, proved difficult for the Dutch Parachute and Red Elephant units to capture.
bg-gray.jpg
As one of the seven important inscriptions from the Tarumanagara heritage, the Tugu Inscription mentions the Bekasi River and the Old Cakung River that exist until today.
bg-gray.jpg
Seorang kiai kampung diadili karena dianggap mengingkari syariat. Sebuah kritik atas pembacaan Serat Cebolek.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung menjadi satu-satunya gubernur Jakarta yang berasal dari kalangan seniman. Namun, kehidupannya tak seindah guratan pada lukisan dan sketsanya.
Pria kembar Belanda yang mengalami pendudukan Nazi ini terlibat baku tembak melawan kombatan Indonesia hingga nyaris kehilangan nyawa. Keduanya ke menjadi bagian dari Brigade Marinir Belanda yang berreputasi kejam di Indonesia.
Pria kembar Belanda yang mengalami pendudukan Nazi ini terlibat baku tembak melawan kombatan Indonesia hingga nyaris kehilangan nyawa. Keduanya ke menjadi bagian dari Brigade Marinir Belanda yang berreputasi kejam di Indonesia.
Upayanya untuk membuat hukuman mati lebih manusiawi justru menjadikan namanya sinonim dengan mesin jagal yang menjadi ikon salah satu periode paling berdarah dalam sejarah Prancis.
Upayanya untuk membuat hukuman mati lebih manusiawi justru menjadikan namanya sinonim dengan mesin jagal yang menjadi ikon salah satu periode paling berdarah dalam sejarah Prancis.
Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah sastra di tengah revolusi kemerdekaan. Setelah itu, penerbitan majalah sastra menggeliat dan beririsan dengan konflik ideologis.
Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah sastra di tengah revolusi kemerdekaan. Setelah itu, penerbitan majalah sastra menggeliat dan beririsan dengan konflik ideologis.
Mikel Arteta diusulkan dibikinkan patung seperti Arsène Wenger hingga Herbert Chapman. David Danskin si pendiri justru sekadar dihargai batu nisannya.
Mikel Arteta diusulkan dibikinkan patung seperti Arsène Wenger hingga Herbert Chapman. David Danskin si pendiri justru sekadar dihargai batu nisannya.
Pasang-surut nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang mencerminkan kondisi perekonomian tiap-tiap presiden yang menjabat.
Pasang-surut nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang mencerminkan kondisi perekonomian tiap-tiap presiden yang menjabat.
Barisan Madoera yang di eksis sebelum tahun 1942 dibubarkan Jepang. Kiprahnya diteruskan Korps Tjakra Madoera.
Barisan Madoera yang di eksis sebelum tahun 1942 dibubarkan Jepang. Kiprahnya diteruskan Korps Tjakra Madoera.
transparant.png
bottom of page