top of page

Dari Kamp Nazi Lalu Desersi di Surabaya

Harry dan Freddy, penyintas PD II yang tak mau Belanda menjajah Indonesia, angkat senjata melawan tentara negerinya. Menjadi TNI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Harry Hulskar dan Freddy beserta rekan-rekan mereka. (Indische Courant)

16 Agu 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 23 Apr

HARRY Hulskar dan Freddy Weerenstijn masih mendekam di kamp tawanan Jerman-Nazi pada 1944. Kala itu mayoritas Eropa Barat masih diduduki Jerman. Jangankan membayangkan negeri ataupun sekadar nama Indonesia, yang jelas belum eksis, menerka nasib mereka sendiri pun masih lebih sulit ketimbang mengatasi perut yang lapar.


Namun, nasib orang siapa yang tahu. Bombardir artileri Prancis ikut mengubah nasib keduanya. Dari bombardir itu Harry dan Freddy lalu bisa mendapatkan kebebasan. Dengan kebebasan itu, keduanya bisa bertualang.


Ketika artileri berat Perancis membombardir kamp mereka, Harry dan Freddy hanya bisa menanti sambil berharap akan ada kesempatan keluar. Benar saja. Setelah bersabar menanti bombardir reda, keduanya kabur ke Amsterdam, tempat asal keduanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
transparant.png
bottom of page