- 2 Des 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 22 Apr
WAKTU Perang Dunia II mengganas di Eropa, Andi Abdul Azis tidak sedang berada di Sulawesi Selatan. Dia di tempat yang jauh dari kampung halamannya. Dia sedang berada di Negeri Belanda.
Andi Azis menjadi anak angkat pensiunan pegawai kolonial Belanda yang pernah bertugas di kampung halamannya, Barru di Sulawesi Selatan. Ketika pejabat ini masih bertugas di Barru, seperti diceritakan Andi Idris, salah satu adiknya, Andi Azis kecil sering diajak pejabat ini berkunjung ke rumahnya di daerah perbukitan Barru.
Andi Azis sudah berada di Negeri Belanda sejak tahun 1935 ketika berusia sekitar sepuluh tahun. Dia pernah merasakan bangku sekolah menengah di Baarnsch Lyceum. Ben van Kaam dalam “De rebel die een bloedbad voorkwam” yang dimuat koran Trouw, 29 Maret 1980, menyebut Andi Azis adalah bocah yang ceria ketika masih bersekolah di sana. Dia bersekolah hingga kelas tiga tahun 1943.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















