top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sersan Mas Soemitro Melawan Nazi di Belanda

Dua pemuda Jawa ditipu mantan asisten residen Belanda. Akan disekolahkan ternyata dijadikan pembantu rumah tangga. Keduanya kemudian menjadi tentara Belanda.

6 Sep 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Tentara Nazi-Jerman, Waffen-SS, memasuki Amsterdam, Belanda, 1940. (Bundesarchiv/Wikimedia Commons).

Diperbarui: 3 hari yang lalu

SEORANG pemuda Jawa, Mas Soemitro, tiba di Negeri Belanda pada 1914 bersama mantan asisten residen Belanda yang tinggal di Utrecht. Setahun sebelumnya, Mas Soepardji tiba di Belanda bersama istri asisten residen itu.


“Kepada orang tua kedua pemuda itu, asisten residen berjanji akan menyekolahkan mereka di Negeri Belanda untuk menjadi pengawas pekerjaan umum, tetapi ternyata mereka dimanfaatkan sebagai pembantu rumah tangga,” tulis Harry A. Poeze dalam Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda.


Mas Soemitro dan Mas Soepardji kemudian melapor ke pihak berwenang. Dewan Perwalian pun turun tangan. Sehingga mereka terbebas dari mantan asisten residen itu. Atas permintaan mereka, Dewan Perwalian mengirim keduanya ke Kampen atau sekolah pendidikan bintara.



Mas Soemitro dan Mas Soepardji berasal dari keluarga priayi Jawa. Menurut Staatsblad van het Koninkrijk der Nederlanden, Staatsdrukkerij en Uitgeverijbedrijf tahun 1957, Mas Soepardji lahir di Pati, Jawa Tengah, 1 Agustus 1898. 


Sementara Mas Soemitro, berdasarkan arsip yang tersimpan di The Utrecht Archives, adalah anak dari pasangan Mas Reksodirdjo dan Raden Roro Sitimaemonak. Menurut Regionaal Archief Nijmegen, Mas Soemitro lahir pada 14 Agustus 1898.


Ketika tiba di Negeri Belanda, usia mereka sekitar 16 tahun dan sudah pernah sekolah dasar berbahasa Belanda. “Mereka sebenarnya ingin sekali menjadi perwira, tapi pendidikan mereka sebelumnya tidak mencukupi, hingga dua kali mereka ditolak mengikuti pendidikan itu,” tulis Poeze. Mereka berdua tampaknya bukan lulusan HBS yang bisa diterima di akademi militer kerajaan Belanda di Breda.


Tak bisa jadi letnan, jadi sersan pun akhirnya mereka lakoni. Bagi sebagian orang Jawa berpendidikan rendah menjadi sersan setidaknya akan hidup berkecukupan, meski sebagian priayi memandang hina profesi tentara Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL). Peluang menjadi Koninklijk Landmacht (KL) alias Angkatan Darat Kerajaan Belanda juga terbuka untuk mereka.



Setelah bertugas belasan tahun, Mas Soemitro akhirnya menemukan jodohnya, seorang wanita Belanda bernama Wilhelmina Catharina Kluvers. Usia Mas Soemitro sekitar 33 tahun dan istrinya berusia 28 tahun ketika menikah pada 14 Juli 1932 di Utrecht, kampung halaman istrinya. Pangkat Soemitro masih sersan kelas satu di Resimen Infanteri ke-16 tahun 1938. Dia tetap menjadi tentara Belanda sampai pecah Perang Dunia II.


Ketika tentara Nazi-Jerman menduduki Negeri Belanda, Mas Soemitro dan istrinya tinggal di Soest, Utrecht. Mas Soemitro terlibat dalam gerakan bawah tanah melawan tentara Nazi-Jerman. Namun, pada musum semi tahun 1943, dia terjatuh dari trem. Dia terluka cukup parah hingga meninggal dunia pada 26 Januari 1944. Mas Soemitro dikenang oleh Kerajaan Belanda sebagai pejuang perlawanan (verzet) terhadap Nazi-Jerman.


Sementara itu, kawan sependeritaannya, Mas Soepardji, tidak banyak catatan tentangnya, kecuali belakangan dia menjadi ajudant (pembantu letnan). Akhirnya, dia punya nama belakang De Patier karena berasal dari Pati, Jawa Tengah.*



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page