top of page

15 Mei 1940: Para Pemuda Indonesia yang Melawan Nazi

Kendati negeri mereka dijajah, anak-anak muda Indonesia ini ikut memerangi Nazi yang menduduki Belanda. Beraksi mulai sabotase sampai menyelamatkan orang Yahudi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rotterdam setelah dibombardir Nazi-Jerman, 1940. (Wikimedia Commons).

15 Mei 2015
4 menit membaca

Diperbarui: 15 Mei

HARI ini, 15 Mei 1940, pemerintah Belanda secara resmi menyerah kepada Nazi-Jerman. Keputusan tersebut diambil setelah pihak Belanda pesimis memenangkan pertempuran melawan pasukan Jerman dan menghindari korban sipil lebih banyak.


Lima hari sebelumnya, pasukan Jerman memulai serangannya terhadap kota pelabuhan Rotterdam. Begawan ekonomi Indonesia Soemitro Djojohadikusumo ingat betul hari ketika serangan Jerman itu dimulai. Saat itu dia sedang menggarap disertasi di kamar kosnya. Tak berapa lama kemudian, pesawat-pesawat Luftwaffe Jerman membombardir kota. Bukan hanya kamar kos beserta isinya yang hancur berantakan akibat pemboman itu, nyawa Soemitro juga nyaris melayang.


Menurut Richard Overy dalam The Bombing War: Europe, 1939-1945, “Prioritas Jerman adalah merebut bandara-bandara Belanda dan titik-titik kunci komunikasi, yang secara umum tercapai, meski dengan bayaran tinggi.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
transparant.png
bottom of page