top of page

Tentara Jepang Bantai Pejuang Semarang di Rumah Sakit

Dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang, serdadu Jepang memburu para pejuang sampai ke pusat rumah sakit rakyat. Para petugas medis turut disiksa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gedung Pusat Rumah Sakit Rakyat (Purusara) di masa kolonial Belanda. Kini menjadi RS Kariadi. (rs-kariadi.go.id).

1 Feb 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 23 Jun

PERANG bisa saja tak mengenal tempat. Rumah sakit sejatinya adalah tempat untuk merawat orang sakit supaya sembuh. Namun, di zaman perang rumah sakit bisa berubah bak arena penjagalan manusia. Suasana seperti itu juga pernah terjadi di Indonesia. Tepatnya pada Pertempuran Lima Hari di Semarang yang berlangsung 14—19 Oktober 1945.


Pada pagi buta 15 Oktober, pasukan Jepang bergerak dari markasnya di Jatingaleh menyerang pejuang Republik di beberapa titik Kota Semarang. Mereka adalah pasukan Kido Butai, pasukan cadangan militer setara batalion, yang dipimpin oleh komandan garnisun Semarang, Mayor Shinichiro Kido.


Gerakan itu sebagai reaksi atas desakan kelompok pemuda yang ingin melucuti senjata Jepang disertai ancaman penangkapan terhadap orang-orang Jepang. Terlebih lagi Mayor Kido mendengar Mayjen Imamura, komandan pasukan Jepang di Jawa dan Madura, ditawan oleh pemuda pejuang di Magelang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Drama perampokan bank terbesar dalam sejarah Amerika sukses difilmkan.
Drama perampokan bank terbesar dalam sejarah Amerika sukses difilmkan.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
transparant.png
bottom of page