top of page

Snouck Hurgronje in Jeddah and Mecca

Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 6 hari yang lalu
  • 5 menit membaca

Snouck Hurgronje was a key figure in the development of Orientalism, a field of study that explores the ideas and worldviews of people in the East, including Asia, North Africa, and the Islamic world. In fact, within the history of Dutch colonialism in Indonesia, Snouck is often regarded as a pivotal figure in the Dutch victory in the Aceh War, which raged for years from the late 19th century into the early 20th century.


Snouck Hurgronje was born in Oosterhout, the Netherlands, on February 8, 1857. In 1874, he studied theology at the Faculty of Arts at Leiden University, then traveled to Mecca, and wrote a dissertation on the Mecca festival, titled Het Mekkaansche Feest.


Snouck’s fascination with the East, particularly Islam, cannot be separated from his family background. Journalist Philip Dröge notes in Pelgrim: Leven en Reizen van Christiaan Snouck Hurgronje Wetenschapper, Spion, Avonturier (Pilgrim: The Life and Travels of Christiaan Snouck Hurgronje – Scholar, Spy, Adventurer) that there was a compelling factor influencing the shift in Snouck’s perspective during his studies in Leiden, where he later studied Arabic with a focus on Islam. His interest relates to his maternal grandfather, Jan Scharp, who was one of the first Dutch people to conduct in-depth studies of Islam in the early 19th century.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page