- 30 Mar
- 6 menit membaca
Diperbarui: 5 Apr
MINAT besar Christiaan Snouck Hurgronje terhadap pemikiran dan kehidupan umat Islam Hindia Belanda yang ditemui di Arab Saudi membawanya berlayar ke wilayah koloni itu. Perjalanannya dimulai pada 1889, setahun setelah pria kelahiran Oosterhout, 8 Februari 1857 itu ditunjuk menjadi pejabat negara yang diutus ke Hindia Belanda.
Menurut peneliti sekaligus dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jajang A. Rohmana, keputusan Snouck menerima tugas sebagai pejabat negara di wilayah koloni cukup menarik perhatian sejumlah pihak.
“Setelah melakukan perjalanan ke Makkah dan banyak menulis tentang komunitas ulama-ulama Nusantara yang ada di Makkah, Snouck kembali ke Belanda. Kemudian barulah dia datang ke Hindia Belanda. Banyak orang yang menebak-nebak apa motif dan tujuan Snouck melakukan perjalanan ke Hindia Belanda, terlebih pada saat itu Snouck ditawari untuk menjadi seorang profesor di Leiden,” jelas Jajang dalam dialog sejarah Historia.ID berjudul “Snouck Hurgronje: Agen Pengetahuan atau Spionase Belanda?”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















