- 14 Mei
- 6 menit membaca
Diperbarui: 17 Mei
LOMBA Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 di tingkat Provinsi Kalimantan Barat geger akibat penjuriannya kontroversial. Meski lomba cerdas cermatnya bakal digelar ulang, hingga tulisan ini diturunkan para pimpinan MPR yang mengeluarkan keputusannya belum memastikan kapan pelaksanaan lomba ulangnya.
Kontroversi penjurian yang viral terjadi di babak final lomba cerdas cermat di Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu (9/5/2026). Di sesi pertanyaan rebutan, peserta dari Regu C (SMAN 1 Pontianak) lebih dulu memencet tombol lalu memberikan jawaban namun dianggap salah sehingga nilainya dikurangi. Kemudian Regu B (SMAN 1 Sambas) menjawab dengan jawaban yang kurang lebih sama dan dibenarkan dewan juri sehingga keluar sebagai pemenang untuk mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional. Sontak, Regu C memprotes dan juri memberi alasan bahwa jawaban Regu C dianggap tidak menyebutkan penjelasan “pertimbangan dari DPD RI”.
Regu C keberatan karena mereka yakin sudah menyebut penjelasan itu. Namun dewan juri tetap menolak. Alasannya, artikulasi Regu C kurang jelas sehingga tetap memberikan minus lima pada poin yang sudah dikumpulkan Regu C.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















