top of page

Ketika Arsenal Masih Sekadar Tim Buruh Pabrik

Mikel Arteta diusulkan dibikinkan patung seperti Arsène Wenger hingga Herbert Chapman. David Danskin si pendiri justru sekadar dihargai batu nisannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 26false03 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)
  • 6 menit membaca

MUSIM lalu, banyak suara sumbang fans Arsenal menginginkan Mikel Arteta, sang pelatih, angkat kaki. Di akhir musim ini, namanya justru dipuja usai membawa Arsenal mengentaskan 22 tahun puasa gelar Liga Inggris. Bahkan, Arteta diusulkan diabadikan dalam bentuk patung.


Arsenal FC resmi dinobatkan sebagai kampiun Liga Inggris musim 2025-2026 20 Mei 2026 lalu kala pesaing terdekatnya, Manchester City, terpeleset saat bertamu ke markas Bournemouth FC dengan hanya imbang 1-1. Namun pengangkatan trofi dan perayaannya baru dilakoni skuad Arsenal di Selhurst Park pasca-memenangi laga terakhir musim ini kontra Crystal Palace, 2-1, Minggu (24/5/2026).


Tim London Utara berjuluk The Gunners itu terakhir kali merasakan titel liga pada musim 2003-2004, saat masih ditukangi pelatih legendaris Arsène Wenger. Musim itu skuad Arsenal dengan bintangnya Thierry Henry juga mendapat label “The Invincibles” karena jadi satu-satunya klub Inggris tak terkalahkan dalam 38 partai liga yang dimainkannya.


Sisanya, Arsenal lebih banyak ‘manyun’ karena tak pernah lagi mengecap gelar juara liga. Termasuk ketika Arteta masih berkarier sebagai pemain di Arsenal periode 2011-2016.


Terlepas dari gelar juara liga musim ini, Arsenal sejatinya belum boleh prematur dalam euforia karena masih ada satu momen potensial untuk mencetak sejarah baru. Pada Sabtu (30/5/2026), Arsenal masih akan menantang klub Prancis Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions.


Selama ini, trofi “Si Kuping Besar” sebagai simbol raja sepakbola Eropa itu belum pernah mampir ke pangkuan Arsenal. Arsenal sekadar merasakan final namun kalah 1-2 dari FC Barcelona pada musim 2005-2006. Jikalau di final kontra PSG nanti Arsenal menang dan bikin sejarah pertamakali juara Liga Champions, beberapa pihak mengusulkan agar Arteta dibuatkan patung untuk mengabadikan jasanya. Usul tersebut didukung kiper legendaris Arsenal dan timnas Inggris, David Seaman, yang ikut meraih 12 trofi prestisius sepanjang kariernya (1990-2003).


“Jika (juara Liga Champions) terjadi, itu akan menjadikan musim ini yang terbaik dalam sejarah klub, jadi kenapa tidak? Saya sendiri merasa tim ini bisa jauh lebih baik lagi,” ujar Seaman, dikutip The Independent, 20 Mei 2026.


Setidaknya sudah ada enam sosok yang berjasa dan diabadikan jadi patung di sekitar kandang Arsenal, Emirates Stadium. Menurut laman resmi klub, 1 Juni 2017, patung perunggu Wenger, bek legendaris Tony Adams, dan presiden kehormatan Ken Friar ditempatkan sisi utara, patung Henry di sudut tenggara, serta patung maestro striker Dennis Bergkamp dan pelatih legendaris Herbert Chapman di sisi selatan.


“Klub (Arsenal) belum pernah menang Liga Champions dan itu akan jadi double (winners) yang hebat. Tentu masih ‘seandainya’, namun itu akan jadi momen epik. Para pemain yang sudah dibuatkan patung telah memenangkan banyak trofi, begitu juga (pelatih) Arsène. Dan saya sangat menginginkan Mikel untuk menang juga. Ia sangat pantas karena caranya membawa dan memimpin klub ini ke arah baru,” tandas Seaman.


Arsenal di final Liga Champions 2005-2006 (uefa.com)
Arsenal di final Liga Champions 2005-2006 (uefa.com)

Jutaan Fans Arsenal Utang Budi pada Pendiri

Nama-nama seperti Chapman, Wenger, ataupun Henry paling banyak disebut jika bicara perjalanan sejarah tim yang juga punya julukan “Meriam London” tersebut. Namun, nama sosok yang memulai segalanya justru terlupakan. Tidak ada patung apalagi nama tribun untuk mengabadikannya. Itulah nasib David Danskin.


Resminya, klub mencantumkan Arsenal FC didirikan pada Oktober 1886 namun tanpa tanggal. Beberapa sumber menyebutkan, Arsenal lahir pada 1 Desember 1886. Namun yang disepakati bersama adalah sosok yang menginisiasi pendirian klub, yakni David Danskin.


Danskin berasal dari Skotlandia. Lahir di Fife, Skotlandia pada 9 Januari 1863. Ia pernah jadi pemain amatir di klub Kirkcaldy Wanderers. Namun pada 1885, dirinya sebagaimana ribuan perantau Skotlandia lain, pilih mengadu nasib ke selatan ke Woolwich, kota kecil di Kent (kini masuk wilayah London Selatan). Danskin menjadi insinyur mesin pabrik di Royal Arsenal, sebuah kompleks manufaktur senjata, amunisi, dan bahan peledak.


“Pada 1886 di Woolwich, di mana semua orang berbicara, memikirkan, atau bahkan aktif bermain rugbi, seorang (buruh) Skotlandia bernama David Danskin memutuskan harus ada sebuah klub sepakbola,” tulis Denzil Batchelor dalam Soccer: A History of Association Football.


Beruntung, Danskin bertemu sesama penggila sepakbola dari kalangan buruh, Morris Bates dan Fred Beardsley, bekas pemain amatir klub Nottingham Forest yang juga mencari nafkah di Royal Arsenal. Bersama Bates dan Beardsley, Danskin pada Oktober 1886 menghimpun para buruh lain untuk membentuk sebuah tim sepakbola dari kalangan mereka sendiri. Pada 1 Desember 1886 di pub Royal Oak, terkumpullah 15 pengurus sekaligus pemainnya.


“Mereka menyebut tim mereka Dial Square, sesuai papan nama sebuah bengkel mesin senjata tempat mereka bekerja. Dari mulut ke mulut, 15 orang terkumpul dan masing-masing diharuskan menyumbang uang koin 6 penny (setara 1,5 shilling kala itu). Danskin sendiri menambahkan sumbangannya 3 shilling dari kantong pribadinya dan hasilnya untuk dibelikan sebuah bola,” ungkap Mark Smithers dalam The Royal Arsenal Railways: Rise and Fall of a Military Railway Network.


Namun, mereka kesulitan mencari lapangan untuk latihan, juga mencari lawan tanding. Saat itu di Kent belum ada klub bola lain. Mereka hanya bisa sekadar memainkan bola di halaman belakang pabrik tanpa peralatan memadai di sela jeda istirahat makan siang. Baru setelah Bates dan Beardsley memanfaatkan jaringannya sebagai eks-pemain amatir, klub Dial Square mendapat hibah jersey berwarna merah anggur dan sepatu-sepatu bola bekas dari Nottingham Forest. Setelahnya, Dial Square baru ‘pede’ mencari lawan tanding demi menguji skill mereka.


Skuad tim Royal Arsenal pada 1888, di mana David Danskin (duduk di kursi, paling kanan) masih ikut bermain (arsenal.com)
Skuad tim Royal Arsenal pada 1888, di mana David Danskin (duduk di kursi, paling kanan) masih ikut bermain (arsenal.com)

Menilik harian olahraga The Referee edisi 12 Desember 1886, Dial Square memainkan laga perdananya dengan bertandang ke lapangan Tiller Road di London Timur menghadapi klub amatir Eastern Wanderers pada 11 Desember 1886. “Dial Square v. Eastern Wanderers (A): Kesebelasan pertama (Dial Square, red) menang dengan enam gol tanpa balas,” tulis suratkabar itu.


The Referee juga mencantumkan susunan pemain Dial Square. Selain Danskin sebagai kapten, mereka adalah Fred Beardsley, Porteous, Gregory, Bee, Wolfe, George Smith, Moy, Whitehead, Morris, dan Duggan. Danskin selain jadi ketua klub juga turut merumput meski hanya untuk tiga tahun ke depan sampai cedera memaksanya gantung sepatu.


“Beberapa malam setelahnya, pada Hari Natal, 15 pemain berkumpul di Royal Oak dan resmi mengadopsi nama klub Royal Arsenal. Mereka memutuskan itu karena tak pernah ada yang mendengar tentang Dial Square dan semua orang hanya mengenal Royal Arsenal (sebagai manufaktur senjata),” tulis Paul Donnelley dalam Arsenal: The Gunners’ Fifty Finest Matches.


Royal Arsenal akhirnya punya “markas” sendiri pada September 1887 dengan menyewa lapangan Plumstead Marshes. Royal Arsenal juga mulai mengadopsi warna jersey merah dan putih. Di tahun itu pula Royal Arsenal mengikuti kompetisi pertamanya, London Senior Cup.


Tim Woolwich Arsenal pada 1890-an (arsenal.com)
Tim Woolwich Arsenal pada 1890-an (arsenal.com)

Setahun berselang, Royal Arsenal pindah ke Manor Ground dan pada musim 1889/1890 sudah ikut FA Cup. Royal Arsenal beralih dari amatir ke profesional dan namanya diubah jadi Woolwich Arsenal pada 1893. Kemudian, klub berubah nama lagi jadi The Arsenal pada pada 1914 dan terakhir, Arsenal FC, mulai 1919.


“Saat pindah ke Lapangan Invicta Ground, klub mengubah namanya menjadi Woolwich Arsenal, di mana mereka jadi klub profesional pertama di London. David Danskin –sosok yang instrumental pada pendirian klub– turut mengajukan diri pada pemilihan komite manajemen namun sialnya pengajuannya tak lolos dan keterkaitannya dengan klub berakhir,” ungkap David Proudlove dalam Work and Play: The Industrial Roots of English Football.


Meski begitu, Danskin hampir selalu menyempatkan diri untuk sekadar menonton pertandingan-pertandingan klub yang ia gagas. Bukan dari tribun VIP, tapi dari tribun penonton.


Meski masih bekerja di pabrik Royal Arsenal, kecintaan Danskin pada sepakbola tak luntur. Untuk mengobati rasa rindunya mengurus sepakbola, dia membentuk tim amatir baru, Royal Ordnance Factories Football Club (ROFFC), pada 1893. Namun, tiga tahun berselang klub itu dibubarkan karena problem finansial. Pernah dihidupkan kembali pada 1960-an, ROFFC akhirnya meleburkan diri ke Arsenal FC pada 1969.


Makam David Danskin usaid dipugar pada 2019 (arsenal.com)
Makam David Danskin usaid dipugar pada 2019 (arsenal.com)

Sementara, Danskin pindah ke Coventry pada 1907 untuk bekerja di pabrik Standard Motor Company. Ia wafat pada 4 Agustus 1948 di usia 85 tahun dan dimakamkan di London Road Cemetery, Coventry.


Berdekade-dekade kemudian, nama Danskin tenggelam. Perhatian baru datang pada 2007 ketika Arsenal Scotland Supporters Club memasang sebuah plakat kehormatan di makamnya. Upayanya sukses menarik perhatian. Pada April 2019, atas inisiasi kelompok suporter tersebut, manajemen Arsenal FC menaruh perhatian dengan membiayai pemugaran batu nisan makam Danskin. Acaranya dihadiri langsung oleh direktur pelaksana klub Vinai Venkatesham dan eks-pemain dan pelatih Pat Rice, didampingi para keturunan Danskin.


“Arsenal lahir dari antusiasme sebuah komunitas dan itu sesuatu yang kami terus pegang sampai hari ini hingga kapanpun. Jutaan fans Arsenal di seluruh dunia akan selalu berutang kepada visi David Danskin yang mendirikan sebuah klub sepakbola. Kami senang bahwa kini tempat peristirahatan terakhirnya sudah bisa diakui dengan layak,” tandas Venkatesham, dilansir laman resmi klub, 30 April 2019.



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Jambi, a major oil-producing region in Indonesia, proved difficult for the Dutch Parachute and Red Elephant units to capture.
bg-gray.jpg
As one of the seven important inscriptions from the Tarumanagara heritage, the Tugu Inscription mentions the Bekasi River and the Old Cakung River that exist until today.
bg-gray.jpg
Seorang kiai kampung diadili karena dianggap mengingkari syariat. Sebuah kritik atas pembacaan Serat Cebolek.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung menjadi satu-satunya gubernur Jakarta yang berasal dari kalangan seniman. Namun, kehidupannya tak seindah guratan pada lukisan dan sketsanya.
Mikel Arteta diusulkan dibikinkan patung seperti Arsène Wenger hingga Herbert Chapman. David Danskin si pendiri justru sekadar dihargai batu nisannya.
Mikel Arteta diusulkan dibikinkan patung seperti Arsène Wenger hingga Herbert Chapman. David Danskin si pendiri justru sekadar dihargai batu nisannya.
Pasang-surut nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang mencerminkan kondisi perekonomian tiap-tiap presiden yang menjabat.
Pasang-surut nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang mencerminkan kondisi perekonomian tiap-tiap presiden yang menjabat.
Barisan Madoera yang di eksis sebelum tahun 1942 dibubarkan Jepang. Kiprahnya diteruskan Korps Tjakra Madoera.
Barisan Madoera yang di eksis sebelum tahun 1942 dibubarkan Jepang. Kiprahnya diteruskan Korps Tjakra Madoera.
Karena susu sapi mahal dan bergantung pada impor, pemerintah membuat susu alternatif terbuat dari kedelai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak-anak.
Karena susu sapi mahal dan bergantung pada impor, pemerintah membuat susu alternatif terbuat dari kedelai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak-anak.
Peristiwa 1998 tetap hidup di ruang publik melalui novel, lagu, dan film. Karya kreatif ini menjadi medium pembelajaran tentang kekerasan negara terhadap warganya.
Peristiwa 1998 tetap hidup di ruang publik melalui novel, lagu, dan film. Karya kreatif ini menjadi medium pembelajaran tentang kekerasan negara terhadap warganya.
Depresi Besar membuat banyak orang Amerika Serikat kehilangan pekerjaan dan kesulitan keuangan. Permainan monopoli diminati karena menawarkan sensasi menjadi orang kaya meski hanya imajinasi.
Depresi Besar membuat banyak orang Amerika Serikat kehilangan pekerjaan dan kesulitan keuangan. Permainan monopoli diminati karena menawarkan sensasi menjadi orang kaya meski hanya imajinasi.
transparant.png
bottom of page