- 30 Mei
- 5 menit membaca
KAPAL Miri, demikian namanya (beberapa sumber menyebut Meri), sungguh besar. Tak hanya mampu membawa 700 penumpang, kapal dagang itu juga mengangkut komoditas perdagangan dan harta benda dari Makkah dan Jeddah untuk dibawa ke Calicut (kini Kozhikode).
“Kapalnya begitu besar dan aman (dikawal sekitar 200 prajurit, red.), banyak orang Muslim yang berperjalanan menuju ibadahnya ke Makkah dan kembali dengan para jamaah dan juga kargo yang sangat berharga,” tulis sejarawan Portugis João de Barros dalam Décadas da Ásia: Dos feitos, que os Portuguezes fizeram no descubrimento, e conquista, dos mares, e terras do Oriente.
Pemilik Miri adalah Al-Fanqi, saudagar kaya dari Kerajaan Calicut. Ia masih kerabat dari Khoja Kasim, pelaut dan pedagang yang juga penasihat berpengaruh bagi Sharafat Makkah –yang masih di bawah naungan Kesultanan Mamluk– dan punya hubungan dagang dengan Kerajaan Calicut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















